Soekarwo : Kecewa Haknya La Nyalla
Surabaya : Gubernur sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo bisa memaklumi kekecewaan dan mundurnya Ketua Kadin Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti dari proses pencalonan gubernur partai Demokrat.
"Memang benar, soal keadilan karena tidak diberitahu DPD soal perpanjangan pendaftaran sesuai perintah DPP. Saya baru ketemu Pak La Nyalla ini dan bisa memaklumi," kata Soekarwo kepada wartawan ketika ditemui di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin 2 Oktober 2017.
Terkait tidak adanya pemberitahuan kepada para calon yang telah mendaftar, Soekarwo mengaku telah menanyakan langsung kepada Sekretaris DPD Demokrat Renville Antonio dan memang diakui tidak ada pemberitahuan.
"Saat rapat di Sahid Jakarta, DPP PD memang menginstruksikan buka pendaftaran lagi secara nasional, termasuk Jatim. Itu wewenang DPP, kami DPD hanya fungsi administrasi saja. Belum ada keputusan nama yang diusung, kami baru rapat pada 10 Oktober di DPP," ujar Soekarwo yang juga anggota Majelis Tinggi DPP PD ini.
Semestinya, kata Soekarwo, lima calon yang mendaftar di gelombang pertama diberitahu. "Tetapi DPP mungkin berpandangan sudah declare lewat rilis media dan tidak perlu diberitahu lagi. Dipikir calon sudah membaca di media bahwa ada pendaftaran lagi," kata dia.
"Pak La Nyalla merasa tidak adil dan kecewa itu haknya beliau. Orang gelo (kecewa) kan boleh. Semua nanti kita kirim ke DPP, DPD hanya fungsi administrasi pendaftaran. Yang daftar kan enam orang, yang lima sudah kembalikan formulir," kata dia.
Sementara itu, usai bertemu dengan Soekarwo, La Nyalla masih optimis bisa maju sebagai bakal calon. "Masih ada partai Gerindra, PAN, PKS, Golkar, PPP dan calon independen. Saya yakin tetap menang. Saya ini sudah ada pembicaraan dengan Pak Prabowo dan Pak Amien Rais. Saya juga disiapkan sekoci untuk maju independen. Jatim Insya Allah Gubernurnya laki-laki. Saya tidak pernah mencalonkan jadi wakil gubernur, tetap cagub. Wakil, saya ingin Emil Dardak," kata La Nyalla.
Terkait pengunduran diri ini, Nyalla mengaku hanya ingin memberi contoh bahwa berpolitiklah dengan santun. "Saya ikhlas dibeginikan. Saya yakin dari ini semua pasti ada hikmahnya yang bagus ke depan," kata dia. (wah)