Sinopsis Pernikahan Arwah: Film Horor Usung Budaya Tiongkok
Entelekey Media Indonesia dan Relate Films bekerja sama menggarap film horor dengan latar budaya Tionghoa. Film arahan sutradara Paul Agusta ini berjudul Pernikahan Arwah (The Butterfly House). Naskah film ini ditulis oleh Aldo Swastia dan Ario Sasongko.
Film mengambil latar Lasem, Rembang, Jawa Tengah, 1940-an. Rumah tua peranakan yang megah, asap hio yang terbakar, dan lantunan musik Mandarin klasik membuka film Pernikahan Arwah (The Butterfly House). Ada adegan prosesi sangjit, pertunangan adat Tionghoa, antara Salim dan Tasya.
Pernikahan Arwah menyuguhkan detail budaya Tionghoa yang begitu pekat, mulai dari arsitektur rumah peranakan, altar sembahyang, hingga simbol-simbol kepercayaan leluhur seperti kupu-kupu.
Dalam budaya Tionghoa, kupu-kupu sering dikaitkan dengan cinta sejati, reinkarnasi, atau transformasi antara dunia hidup dan mati, makna yang selaras dengan inti cerita film ini.
Akting Perdana Puty Sjahrul
Puty Sjahrul memulai debut layar lebarnya sebagai Arin, perias pengantin dalam film ini. Ia mendalami tentang adat dan pantangan dalam budaya Tionghoa, juga belajar cara memegang hio dengan benar agar aktingnya lebih realistis.
Pemain Film
Morgan Oey sebagai Salim
Zulfa Maharani sebagai Tasya
Jourdy Pranata sebagai Febri
Brigitta Cynthia sebagai Mei Hwa
Puty Sjahrul sebagai Arin
Ama Gerald sebagai Harja
Alam Setiawan sebagai Bhanu
Verdi Solaiman sebagai Koh Chung-Chung
Bernadette Bonita sebagai Wen Ling
Sinopsis Film Pernikahan Arwah
Pernikahan Arwah (The Butterfly House) menceritakan Salim (Morgan Oey) dan Tasya (Zulfa Maharani), sepasang kekasih yang berencana menikah. Saat Salim dan Tasya hendak melakukan pemotretan pra-nikah namun rencana itu batal setelah Salim diberi tahu bahwa bibi Salim baru meninggal dunia. Bibi ini merupakan satu-satunya anggota keluarga Salim yang sedarah.
Salim ditemani Tasya pulang kampung dan memilih memindahkan proses foto pre-wedding ke rumah keluarga Salim. Selain itu, Salim ternyata harus melanjutkan ritual keluarganya untuk membakar dupa setiap hari di sebuah altar yang misterius atau nyawanya akan terancam.
Kehadiran mereka dan tim foto pre wedding di rumah itu membuat arwah leluhur Salim yang meninggal di masa pendudukan Jepang muncul dan meneror mereka.
Tasya tergerak untuk menguak misteri masa lalu dari keluarga Salim untuk bisa menenangkan arwah tersebut, sekaligus membebaskan calon suaminya dari kewajibannya agar mereka bisa pergi dari rumah itu.
Film ini sudah tayang di bioskop kesayangan Anda se-Indonesia. Film ini juga dijadwalkan diputar di tujuh negara Asia lainnya, yaitu Vietnam, Kamboja, Malaysia, Filipina, Myanmar, Laos, dan Brunei Darussalam.
Advertisement