Setelah Dikabarkan Tewas, Johannes Marliem Sempat Ngetwit
MASIH ada pertanyaan yang mengganjal sepeninggal kematian Saksi kunci kasus korupsi e-KTP, Johannes Marliem, pada Jumat (11/8) dini hari waktu setempat.
Namun, saat perhatian publik tersita oleh kabar kematian itu, belum satu jam, akun twitter miliknya dengan akun @johannesmarliem mengunggah tulisan dengan status “The trees are on the move!”. Johannes menuliskan tentang pepohonan di timur AS yang menghadap barat.
Di dalamnya terdapat artikel unggahan dari Nature.com berjudul “Tree in eastern US Head west as climate changes” tulisan Emma Harris yang pertama kali diunggah situs ini 17 Mei 2017.
Kicauan @johannesmarliem sontak mengagetikan netizen. Beberapa menanggapi sekaligus menanyakan kabar kematian.
Entah itu akun resmi milik Marliem atau bukan? yang pasti sejumlah komentar dari nitizen bermunculan. "I saw @johannesmarliem new tweet hours ago. And now deleted, What's happening?" kata netizen berakun @KuntoAjiW.
Ia dikabarkan tewas di kediamannya di Los Angeles (LA), Amerika Serikat (AS). Sampai saat ini otoritas setempat menyebut ia mati karena menembak dirinya sendiri. Namun, apakah memang benar ia bunuh diri ataukah dibunuh saat ini masih menjadi pertanyaan.
"Lho.. kok bisa twitteran orang udah mati?" sahut netizen lain berakun @aldjono.
Twitt itu akhirnya menghilang dari timeline, setelah sejam. Namun beberapa sempat meng-capture sebelum twitt itu dihapus.
Kematiannya kini akhirnya mengarahkan publik yang menysngkut pautkannya dengan kasus e-KTP. Apalagi Johannes sudah mengaku memiliki bukti rekaman pertemuan pembahasan mega proyek itu selama 4tahun, total rekamannya sampai sebesar 500 GB.
Kalau benar Johannes memegang bukti rekaman pertemuan, maka ia dengan mudah menjerat siapa saja yang bermain dalam kasus ini. Tetapi apa yang dilakukannya itu bisa jadi malah menjadi sebuah ancaman balik bagi dirinya. (kuy)