Seruan "Hidup Buruh dan Hidup Mas Ganteng" Menggema di Peringatan Hari Buruh di Tuban
Seruan "Hidup Buruh" dan "Hidup Mas Ganteng" menggema di dalam aksi damai yang digelar dalam rangka Hari Buruh Internasional oleh seribuan lebih buruh di depan Kantor Bupati setempat, Jumat, 1 Mei 2026. Seruan itu menggema setelah Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, bersama seluruh Forkopimda menemui massa dan berjanji merealisasikan tuntutan para buruh.
Sejumlah tuntutan itu diantaranya, optimalisasi rumah singgah yang sudah ada dengan menyediakan pegawai serta fasilitas yang memadai, kemudian wujudkan pelayanan kesehatan gratis, mudah dan berkualitas melalui Universal Healt Coverage (UHC) sebagai standar jaminan kesehatan untuk masyarakat.
Memaksimalkan jalur afirmasi 5 persen untuk anak buruh dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP dan SMA/SMK Negeri, serta mengoptimalisasikan peran aktif LKS tripartit yang sudah dibentuk oleh Pemkab Tuban.
"Ada beberapa usulan yang disampaikan oleh buruh, kurang lebih tadi ada lima dan kami sudah memastikan untuk mengawal dan sudah mewujudkan mulai dari usulan terkait rumah singgah," terang Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, kepada wartawan.
Ia menambahkan, tentang rumah singgah, para buruh menekankan kepada Pemkab Tuban agar lebih mengoptimalkan sosialisasi dan meningkatkan fasilitasnya.
Selain itu, terkait dengan 2,9 persen masyarakat Tuban yang belum ter-cover BPJS Kesehatan, buruh berharap pemkab untuk melakukan komunikasi-komunikasi dengan seluruh pihak agar seluruh masyarakat bisa ter-cover BPJS Kesehatan.
Kemudian disektor pendidikan, terkait dengan jalur afirmasi 5 persen untuk anak buruh dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP dan SMA/SMK Negeri. Bupati memastikan para buruh bisa mengakses program afirmasi 5 persen ini dengan baik.
"Kami dalam proses penerimaan murid baru dipastikan tidak akan ada tebang pilih. Semua silahkan masuk ke sekolah negeri dan kita pastikan mereka diterima," imbuhnya.
Selanjutnya, Pemkab Tuban akan memberikan bantuan berupa seragam sekolah kepada murid dari keluarga kurang mampu, hal itu sebagai upaya untuk menekan pengeluaran masyarakat.
Terakhir, pemkab Tuban menyepakati usulan buruh terkait dengan peran aktif LKS tripartit.
"Insyaallah setiap tiga bulan sekali kita akan rutin untuk mempertemukan tiga unsur, yaitu buruh, stakeholder dan perusahaan," pungkasnya.
Ditempat yang sama, Ketua Konsulat Cabang, FSPMI Tuban, Duraji, menyampaikan apresiasinya kepada Pemkab Tuban yang telah mengabulkan hampir semua tuntutan dari para buruh.
"Saya mengapresiasi yang sebesar-besarnya kepada pemerintahannya Mas Lindra karena rumah singgah itu sudah saya suarakan sejak 2017. Kami sampaikan terima kasih karena hampir semua tuntutan sudah dipenuhi dan di kabulkan oleh pemkab Tuban," kata Duraji.
Pada kesempatan ini, Forkopimda Tuban bersama para buruh juga melakukan aksi potong tumpeng sebagai wujud bersuka cita atas tuntutan yang telah diterima dengan baik oleh bupati.
Advertisement