Sempat Naik, Disperindag Jatim Prediksi Harga Cabai Segera Turun
Harga cabai di Jawa Timur cukup fantastis di awal bulan suci Ramadan 1446 H atau 2025 ini. Pasalnya, harga cabai rawit sempat tembus Rp120 ribu per kg. Namun, kabar baiknya harga tersebut diprediksi akan mulai turun dalam beberapa hari ke depan.
Dari hasil pantauan Ngopibareng.id di beberapa kios di Pasar Keputran, Surabaya, Selasa 4 Maret 2025 malam, memang sudah tampak adanya penurunan harga.
Di mana, harga cabai rawit yang sempat menyentuh Rp120 ribu per kg turun menjadi Rp55 ribu per kg, kemudian cabai merah keriting dari Rp60 ribu per kg turun menjadi Rp38 ribu per kg, lalu cabai merah besar dari Rp60 ribu sampai Rp65 ribu per kg turun menjadi Rp40 ribu per kg.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, Iwan menjelaskan, bahwa kenaikan yang sempat terjadi tersebut disebabkan kurangnya pasokan cabai di pasaran.
Ia menyebut bahwa di awal Ramadan lalu banyak petani libur memetik cabai sehingga pasokan berkurang. "Kedua, kalau petik pas hujan cabai cenderung gampang busuk. Makanya, posisi hujan tidak melakukan panen, kemudian di beberapa daerah kita kondisinya seperti ini hampir setiap hari hujan," ujar Iwan, Rabu 5 Maret 2025.
Kendati demikian ia mengatakan, bahwa dari koordinasi dengan Asosiasi Agribisnis Cabai Indoensia (AACI) Jatim harga tersebut akan turun dalam dua sampai tiga hari ini. Hal ini karena stok yang mulai melimpah.
"Insyaallah mulai turun tapi tidak bisa drastis karena kalau pasokan mendadak berkurang dampaknya ke hilir langsung ke harga," tuturnya.
Namun dari data yang diterima dari Dinas Pertanian maupun asosiasi petani stok cabai di Jatim dalam kondisi tercukupi, meski sebagian akan dikirim ke luar provinsi.
Advertisement