Semeru Erupsi Dua Hari Ini, Kolom Abu Capai 800 Meter di Atas Puncak
Gunung Semeru kembali mengalami erupsi, dengan tinggi kolom abu mencapai 800 meter di atas puncak pada Rabu 5 Agustus 2026. Erupsi ini merupakan aktivitas vulkanik terbaru setelah sehari sebelumnya gunung tertinggi di Pulau Jawa itu juga mengalami letusan dengan kolom abu setinggi 700 meter.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, erupsi terjadi pada Rabu 5 Agustus 2026 pukul 08.13 WIB.
Kolom letusan teramati mencapai ±800 meter di atas puncak atau sekitar 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Abu vulkanik tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke timur laut.
Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 16 mm dan durasi 87 detik.
Sehari Sebelumnya Semeru Juga Erupsi
Aktivitas vulkanik Semeru juga tercatat pada Selasa, 4 Agustus 2026, pukul 17.15 WIB.
Pada letusan tersebut, tinggi kolom abu mencapai ±700 meter di atas puncak. Erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 15 mm dan berlangsung selama 103 detik.
Rangkaian erupsi dalam dua hari terakhir menunjukkan aktivitas Gunung Semeru masih cukup tinggi sehingga masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.
Rekomendasi untuk Masyarakat
Seiring masih berlangsungnya aktivitas vulkanik Gunung Semeru, masyarakat diminta mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh otoritas vulkanologi, yaitu:
Tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar radius tersebut, masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.
Tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berisiko terkena lontaran batu pijar.
Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang menjadi anak Sungai Besuk Kobokan.
Warga Diminta Tetap Waspada
Masyarakat yang bermukim di sekitar lereng Gunung Semeru diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api Semeru maupun instansi terkait. Selain itu, warga diminta segera menjauh dari kawasan rawan apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik atau hujan deras yang berpotensi memicu banjir lahar.
Dengan aktivitas erupsi yang masih berlanjut dalam dua hari terakhir, kewaspadaan menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko bencana bagi masyarakat di sekitar Gunung Semeru.