Selama Tiga Pekan Januari 2025, DBD Serang 16 Warga Situbondo
Di awal 2025, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sudah merebak di Situbondo, Jawa Timur. Ini didasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo yang menyebutkan selama tiga pekan pada 1 - 22 Januari 2025 sebanyak 16 warga Situbondo terpapar DBD.
Kepala Dinkes Situbondo, dr.Sandy Hendrayono mengungkapkan, sebanyak 16 warga Situbondo terpapar DBD selama tiga pekan pada 1 - 22 Januari 2025 itu tersebar di sejumlah kecamatan. Ke-16 warga terpapar DBD mendapat penanganan medis di rumah sakit dan puskesmas.
"Kondisi 16 warga Situbondo terpapar penyakit DBD yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti ini membaik. Ada yang sudah sembuh dan juga masih proses penyembuhan," ungkap Dokter Sandy, Sabtu 25 Januari 2025.
Jumlah 16 warga terpapar DBD di awal 2025 itu, menurut dia, menurun dibandingkan awal 2024 pada periode yang sama. "Tiga pekan pada 1-22 Januari 2024, sebanyak 33 warga Situbondo yang terpapar DBD," katanya.
Dokter Sandy menjelaskan, penurunan kasus DBD di awal 2025, karena mayoritas warga desa di Situbondo sudah memiliki kesadaran pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah. Khususnya musim hujan yang membuat banyak genangan air menjadi tempat nyamuk Aedes aegypti cepat berkembang biak.
"Oleh karena itu, Dinkes Situbondo melalui petugas Jumantik mengimbau warga selalu melakukan 3M Plus, yakni menguras, mengubur, menutup, dan abatesasi. Kami juga melakukan fogging di wilayah yang ada warga terpapar DBD," jelas mantan Direktur RSUD Besuki Situbondo itu.