SD Islam Al Azhar 5 Kemandoran Ajarkan Kepedulian Lewat Donasi untuk Korban Banjir Sumatera
Bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat menjadi momen penting bagi SD Islam Al Azhar 5 Kemandoran, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, untuk menanamkan nilai kepedulian kepada para siswanya.
Kepala SD Islam Al Azhar 5 Kemandoran, Fatkhul Imam, menjelaskan kepada murid-muridnya bahwa banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi tersebut telah memporakporandakan kehidupan warga. Banyak rumah rusak, harta benda hanyut terbawa arus, dan warga hanya menyisakan pakaian yang melekat di badan. Anak-anak korban bencana juga tidak dapat bersekolah karena buku serta perlengkapan mereka ikut terseret banjir yang datang tiba-tiba.
Yang paling menyedihkan, sejumlah anak menjadi yatim piatu karena kehilangan orang tua akibat bencana.
Narasi pilu tersebut menggugah emosi para siswa. Banyak dari mereka terlihat menangis haru ketika mendengarkan penjelasan kepala sekolah.
“Ketika saya tanya siapa yang mau menyisihkan uang jajannya untuk membantu teman-teman di Aceh, semua siswa angkat tangan. Mengharukan sekali,” ujar Imam.
Penggalangan dana dimulai dari para guru sebagai contoh. Langkah itu memotivasi siswa untuk ikut memberi. Satu per satu mereka maju menyerahkan uang jajan, mulai dari Rp5.000, Rp10.000, Rp25.000 hingga Rp50.000.
Dalam waktu singkat, sekolah berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp52 juta. Imam optimistis jumlah tersebut masih bisa bertambah dan akan disalurkan melalui lembaga yang kredibel.
Menurutnya, nilai materi mungkin kecil, namun nilai moral dan empati yang tumbuh pada diri siswa jauh lebih besar.
“Ibadah tidak hanya salat atau berlama-lama di masjid. Membantu orang lain yang terkena musibah juga memiliki nilai ibadah tinggi sebagai implementasi hablum minannas,” jelasnya.
Imam menegaskan bahwa pemahaman tentang kepedulian sosial penting dikenalkan sejak dini agar kelak anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang peka terhadap sesama.
Korban Tewas Banjir di Sumatera Bertambah Jadi 867 Orang
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bertambah. Hingga Jumat, 5 Desember 2025 pukul 18.00 WIB, tercatat 867 orang meninggal dunia.
“Total di tiga provinsi ini 867 korban meninggal dunia,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan pers yang dirilis Sabtu, 6 Desember 2025.
Advertisement