Satu Lagi Terduga Pelaku Pembacokan Tiga Warga di Banyuwangi Ditangkap, Diduga Otak Kejadian
Satu lagi terduga pelaku penganiayaan tiga warga Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, Banyuwangi tertangkap. Dia adalah FPC, 35 tahun, warga Desa Tapan Rejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Belakangan diketahui FPC merupakan otak dari peristiwa penganiayaan tersebut.
Kapolsek Giri, AKP Budi Mujiono mengatakan, FPC datang ke Polsek Giri sekitar pukul 22.00 WIB. Awalnya, menurut Budi, Dia datang untuk menanyakan perkembangan perkara tersangka M yang tertangkap lebih awal.
"Kemudian yang bersangkutan kita mintai keterangan," terangnya, Senin 10 Maret 2025.
Dari keterangan yang diberikan FPC, akhirnya terungkap dialah otak dari peristiwa penganiayaan ini. FPC yang menyuruh tersangka M dan satu pelaku lain yang masih kabur untuk melakukan penganiayaan terhadap Dinar Mislani hingga mencelakai Hari Susilo dan Iyono.
Budi menambahkan, FPC mengaku dirinya berada di lokasi pada saat kejadian. Namun dirinya tidak ikut melakukan penganiayaan terhadap Dinar Mislani maupun korban lainnya.
"Dia di sana hanya melihat saja, begitu warga berdatangan, dia kabur meninggalkan lokasi kejadian," terangnya.
Karena merasa tidak ikut melakukan penganiayaan, sehingga FPC ini berani datang ke Polsek Giri untuk menanyakan perkembangan perkara tersangka M.
"Awalnya Dia datang, tanya-tanya kabar tentang tersangka M. Mungkin dia merasa tidak terlibat," bebernya.
Saat ini, kepolisian sedang memburu satu pelaku lain. Pelaku berinisial J yang diduga ikut melakukan penganiayaan.
"Untuk satu pelaku yang belum tertangkap masih kita cari," tegasnya.
Budi menyebut, penanganan perkara tersebut saat ini diambil alih Satreskrim Polresta Banyuwangi. Kedua tersangka yang sudah ditangkap sudah dilimpahkan ke Polresta Banyuwangi.
Sebelumnya, tiga warga Lingkungan Cungking, Kelurahan Mojopanggung Kecamatan Giri, Banyuwangi harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Blambangan. Ketiganya menjadi korban pembacokan yang terjadi di Jl. Angklung Caruk, Banyuwangi. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB saat sebagian besar warga sedang menjalankan Salat Tarawih.
Awalnya para pelaku datang ke rumah Dinar. Kemudian terjadi cekcok. Warga yang mengetahui kemudian mencoba melerai. Namun, pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis karambit atau pisau kecil melengkung.
"Kemudian membacok korban dan warga yang melerai," terang Budi.
Hari Susilo dan Iyono merupakan warga yang mencoba melerai cekcok antara Dinar Mislani dan ketiga pelaku. Namun, keduanya ikut menjadi korban pembacokan.
Peristiwa itu kemudian menarik perhatian warga lain, sehingga berdatangan dan membantu mengamankan para pelaku. Dua pelaku berhasil kabur dan satu orang lagi berhasil diamankan warga bersama petugas Polsek Giri yang datang ke lokasi kejadian. Dalam kasus ini, polisi menyita dua pisau karambit yang diduga digunakan para pelaku.
Advertisement