Revitalisasi Pasar Banyuwangi Segera Rampung, Pemkab Banyuwangi Mulai Sosialisasi Kepada Pedagang
Revitalisasi Pasar Banyuwangi telah memasuki tahap akhir. Pemkab Banyuwangi kini menunggu penyerahan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Secara paralel, Pemkab Banyuwangi telah melakukan sosialisasi tata kelola dan penataan kepada para pedagang.
Pada tahap awal, sosialisasi ini dilakukan pada puluhan pedagang di zona basah, seperti pedagang daging sapi, ayam, ikan, buah, dan sayuran. Pasar Banyuwangi yang telah direvitalisasi dibagi dalam beberapa zona yakni basah, kering, dan area kuliner.
Kegiatan ini digelar di Gedung Juang 45 Banyuwangi, Rabu, lalu. Para pedagang dijelaskan dengan kondisi pasar yang baru sekaligus penataan pedagang.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi, Suratno menjelaskan, Pasar Banyuwangi, tidak hanya difungsikan sebagai pasar rakyat biasa, tetapi juga diproyeksikan menjadi destinasi wisata baru.
Di kawasan pasar, lanjutnya, disediakan ruang untuk berbagai kegiatan. Termasuk event dan atraksi wisata ataupun pameran. Diharapkan ini mampu menarik kunjungan wisatwan. Selain itu, pasar juga akan dilengkapi pusat oleh-oleh, suvenir, serta produk kerajinan khas Banyuwangi.
"Pasar diharapkan menjadi jujugan warga dan wisatawan. Saya harap pedagang juga mulai berubah standar kebersihan, higienitas, dan perilaku pedagang yang lebih ramah pengunjung," katanya, Jumat, 17 April 2026.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) Banyuwangi, Nanin Oktaviatie, mengatakan, revitalisasi ditargetkan rampung pada April ini. Namun gedung pasar belum bisa langsung ditempati karena masih harus melalui sejumlah tahapan sebelum resmi diserahkan ke Pemkab.
Sebelum diserahterimakan, akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada kekurangan atau yang perlu diperbaiki.
"Waktu penyerahan belum bisa dipastikan. Tapi pedagang berharap bisa menempati pasar setidaknya akhir tahun ini, dan kami juga terus mendorong percepatan dari pemerintah pusat. Perkiraannya bisa akhir tahun," jelasnya.
Nanin menyebut, pada gedung baru ini terdapat sekitar 801 los pasar yang akan ditempati sesuai jumlah pedagang eksisting. Penempatan nantinya akan dilakukan melalui sistem undian berdasarkan zona.
Ketua Paguyuban Pedagang dan Kaki Lima (PKL) Pasar Banyuwangi, Sudirman, mengatakan, sebelumnya sempat muncul keluhan terkait ukuran los yang dianggap kecil. Namun setelah mendapat penjelasan dari pemda, ukuran tersebut memang sudah sesuai standar pasar rakyat, yakni sekitar 2 x 1,5 meter.
"Selama konsep yang disiapkan pemerintah dijalankan dengan baik, pedagang tetap bisa berjualan dengan nyaman. Apalagi dengan konsep pasar modern yang juga menjadi destinasi wisata, kami berharap bisa menarik lebih banyak pengunjung," ujarnya
Advertisement