Puluhan Pelaku Ekonomi Kreatif Belajar Strategi Membangun Bisnis Digital di Banyuwangi
Sedikitnya 56 pelaku ekonomi kreatif mengikuti pelatihan strategi membangun bisnis digital yang kreatif, produktif dan berkelanjutan dalam Program Gen Matic (Generasi Muda Melek Teknologi). Melalui pelatihan ini, diharapkan kemampuan dan pengetahuan para pelaku ekonomi kreatif bisa lebih meningkat. Program Gen Matic digelar Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) RI di Kabupaten Banyuwangi awal pekan ini.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi program pelatihan ini. Ipuk juga berterima kasih Banyuwangi dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program ini. Menurutnya, pelatihan ini semakin melengkapi berbagai program peningkatan kapasitas yang sudah kami lakukan di Banyuwangi.
"Semoga program ini bisa menguatkan ekonomi digital di daerah kami,” kata Bupati Ipuk, Rabu, 29 Oktober 2025.
Direktur Konten Digital Kemenekraf, Yuana Rochma Astuti, mengatakan, pelatihan ini untuk memperkuat literasi dan kemampuan digital anak-anak muda. Mereka didorong untuk memahami teknologi, sekaligus mengaplikasikannya secara produktif sehingga bisa menjadi sumber ekonomi.
“Melek teknologi saja tidak cukup, peserta juga harus bisa menghasilkan karya digital yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” jelasnya.
Pelatihan ini diikuti 56 peserta dari wilayah Banyuwangi dan beberapa daerah di sekitarnya. Peserta merupakan pelaku ekonomi kreatif seperti konten kreator, pelaku UMKM, dan lainnya yang sudah diseleksi sebelumnya.
Para peserta mengikuti kelas online yang berlangsung selama tiga minggu, dilanjutkan dengan pertemuan offline pada hari ini. Selanjutnya, peserta masih akan didampingi, dimonitoring, hingga benar-benar sukses menjalankan bisnis digital.
“Total pendampingan yang kita berikan selama dua bulan. Peserta akan kita dampingi end to end, mulai mereka belum punya produk sampai ada omzetnya. Sehingga kegiatan ini betul-betul ada dampaknya,” jelasnya.
Banyuwangi dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena berbagai alasan. Selain merupakan daerah wisata, literasi digital dan potensi UMKM Banyuwangi cukup baik.
"Makanya kami gelar di sini untuk mendukung ekonomi Banyuwangi,” terangnya.
Dalam pelaksanaan program, Kemenekraf menggandeng Sekolah Bisnis Online (SBO) sebagai fasilitator yang memberikan berbagai materi pengembangan bisnis digital kepada peserta. Seperti strategi pemasaran, riset produk, hingga pemanfaatan teknologi untuk mempermudah pekerjaan. Misalnya, memanfaatkan sosial media, artificial intelligence (AI), hingga automasi.
Banyuwangi rutin menggelar program inkubasi bisnis bagi anak muda untuk mendorong tumbuhnya wirausaha muda di sektor pertanian lewat Program Jagoan Tani, di sektor digital (Jagoan Digital), serta sektor usaha lainnya (Jagoan Bisnis).
Program Gen Matic disambut baik warga Banyuwangi. Salah satunya, Anggun, warga Kelurahan Bakungan yang mengaku mendapatkan banyak manfaat dari program pelatihan dan pendampingan ini. Awalnya, perempuan ini hanya berjualan es mambo di warung dan kantin sekolah.
"Setelah mendapatkan pelatihan, sekarang saya mulai membuat e-book dan membuka pelatihan online membuat es mambo. Alhamdulillah belajar digital bisa menambah penghasilan saya,” ujarnya.
Advertisement