PSHT Incar Asian Games 2018, Berniat Gelar Tarung Bebas Ala MMA
Madiun: Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mencanangkan tahun 2018 sebagai tahun prestasi. Selain mengincar medali di Asian Games 2018, PSHT juga berencana menggelar ajang kompetisi tarung bebas.
Pada Asian Games 2018 yang akan digelar di Jakarta dan Palembang, pecak silat akan mempertandingkan 16 nomor dan memperebutkan 16 medali emas. Sebagai salah satu perguruan pencak silat terbesar di Indonesia, PSHT juga mencanangkan target mecetak target atlet berkualitas dan berprestasi untuk kontingen Indonesia.
"Target ke depan adalah tahun emas untuk warga PSHT yang punya bakat menjadi atlet. Prestasi itu tidak hanya tingkat provinsi, tapi nasional. Berapa atlet PSHT yang tampil di ajang nasional dan internasional, dan berapa pencapaiannya. Itu yang kami harapkan dari sisi kualitas atau prestasi," kata Dewan Cabang PSHT Surabaya Aliadi Ika disela
Selain mengincar prestasi di Asian Games 2015, mantan Ketua Harian IPSI Jawa Timur (Jatim) ini juga berniat untuk lebih menghidupkan seni tarung bebas lewat kompetisi resmi seperti Mixed Martial Arts (MMA). "Nantinya akan dilakukan seleksi per wilayah. Para pendekar yang mewakili wilayah akan diadu pada level yang lebih tinggi, " ucapnya.
Aliadi menambahkan, ada dua pola tarung bebas. Pola pertama adalah pertandingan tujuh ronde dengan tiga juri dan satu wasit. Mereka bermain di atas ring selama dua menit per ronde. Yang kedua adalah pola tiga babak. Masing-masing babak berlangsung selama tiga menit.
"Tapi semuanya tanpa body protector alias tanpa pelindung. Mereka juga harus menggunakan jurus dan teknik dari PSHT. Ini sebenarnya sudah dilaksanakan sejak dulu, jauh sebelum MMA booming," ucapnya. tom