Proyek Alun-alun dan Preservasi Jalan Diminta Tepat Waktu
Penyelesaian proyek revitalisasi alun-alun dan preservasi Jalan Soekarno-Hatta (Soetta)-Jalan Panglima Sudirman (Pangsud) di Kota Probolinggo diminta tepat waktu menjelang akhir tahun 2025. Dua proyek itu menjadi atensi Walikota Probolinggo, dr. Aminuddin saat meninjau proyek yang progressnya sekitar 83 persen dan 85 persen itu Rabu, 17 Desember 2025.
Proyek preservasi Jalan Soetta-Pangsud dengan anggaran Rp38,8 miliar dikunjungi untuk pertama kali oleh walikota dan jajarannya. Walikota tampak berjalan sambil “memelototi” trotoar di ruas Jalan Soetta. Ia sempat bertanya kepada pihak pelaksana proyek, PT. Tri Jaya Cipta Makmur, Lamongan.
Di lokasi proyek itu trotoarnya belum terpasang. Bongkahan trotoar lama tampak berserakan di tepi jalan dan belum diaspal.
PPK 1.1 BBPJN Provinsi Jawa Timur, Wahyu Wibowo, buru-buru menghampiri Walikota sambil mengatakan, progres pengerjaan proyek preservasi jalan itu mencapai 83 persen. Seharusnya realisasinya sudah 85 persen, sehingga minus 2 persen. Memang penyelesaikan proyek itu tenggat waktunya hingga 31 Desember 2025.
“Seharusnya, 15 Desember kemarin sudah clear, ternyata belum selesai," kata Wahyu kepada Walikota.
Terkait pengerjaan proyek preservasi jalan, publik di Probolingo mengetahui proyek tersebut sempat merusak jaringan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Bayuangga. Pasokan air bersih pun berhari-hari terganggu gara-gara alat berat menggencet jaringan pipa.
"Memang kendalanya di situ, tapi akhirnya sudah bisa semua. Nah memang kita pada saat ini itu tinggal nanti bagaimana penyelesaian," tambah Wahyu.
Terkait sejumlah pohon yang dibongkar dengan akar-akarnya, pihak proyek berjanji menganti dengan tanaman baru. Untuk itu kontaktor melakukan survei bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Proyek revitalisasi alun-alun menjadi giliran berikutnya yang ditinjau walikota dan jajarannya. Proyek yang digarap CV Probolinggo Cemerlang itu menyerap anggaran sekitar Rp8,06 miliar dari APBD 2025. Konsultan pengawas pelaksana, Zulianto, mengatakan, progres proyek mencapai 85 persen.
"Tinggal pemasangan granit, aspal ditinggikan 5 cm, kemudian pembetulan dan lainnya. Jadi tinggal finishing tapi bahan-bahan sudah ada sesuai yang dibutuhkan,” terang Zulianto.
Dengan target selesai 29 Desember 2025 mendatang, ia mengaku, optistis bisa menyelesaikannya. Hal itu ditunjang dengan pekerjaan lembur terus-menerus.
"Kami akui, dua proyek ini memang ada minusnya. Tadi sudah disampaikan ya apa saja yang menjadi faktor terlambatnya,” urai Walikota.
Walikota mendesak pelaksana proyek bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
“Tampaknya belum bisa tahun baruan di Alun-alun Kota Probolinggo. Tidak apa-apa, kami berharap pengerjaan selesai sampai akhir tahun 2025," ungkapnya.
Kepala Dinas Pengerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti, yang mendampingi walikota menyampaikan, dua proyek tersebut selesai selesai akhir tahun.
"Mudah-mudahan selesai sebelum tahun depan ya. Nanti ada proses perawatan, evaluasi dan lain sebagainya," pungkas Rini, panggilan akrab Setiorini Sayekti.