Presiden Tegaskan Pemerintah RI Mampu Atasi Bencana Alam di Aceh dan Sumatra
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia memiliki kemampuan penuh untuk menangani bencana yang terjadi di sejumlah wilayah terdampak tanpa perlu menetapkannya sebagai bencana nasional serta menerima bantuan daru negara lain.
Penanganan bencana ada tahapannya dan membangun kembali infrastruktir yang rusak, butuh waktu tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Penegasan itu disampaikan Presiden Prabowo Di Sumatera Barat Kamis 18 Desember 2025 . Pernyataan yang sama sebelymnya juga disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin 15 Desember 2025.
Prabowo mengungkapkan dirinya menerima banyak telepon dari para kepala negara yang menyampaikan perhatian sekaligus menawarkan bantuan. Namun, ia menilai kondisi nasional masih terkendali dan dapat ditangani dengan kekuatan sendiri. “Saya sampaikan terima kasih atas perhatian mereka. Indonesia mampu mengatasi ini,” ujar Prabowo.
Ia juga menanggapi desakan sejumlah pihak yang meminta bencana tersebut ditetapkan sebagai bencana nasional. Menurut Prabowo, pemerintah telah mengerahkan penanganan secara maksimal di tiga provinsi terdampak dan terus memantau situasi secara langsung. “Situasi terkendali. Saya monitor terus,” katanya.
Presiden memastikan pemerintah segera membentuk badan atau satuan tugas rehabilitasi dan rekonstruksi. Pembangunan hunian sementara dan hunian tetap menjadi prioritas utama.
Pemerintah bahkan menargetkan pembangunan sekitar 2.000 rumah mulai pekan ini, yang memungkinkan langsung difungsikan sebagai hunian permanen dengan memanfaatkan lahan milik negara.Konsultasi pemerintah
Dari sisi anggaran, Prabowo menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah disiapkan dan mencukupi. Ia menyebut kebijakan efisiensi yang dijalankan sejak awal pemerintahannya membuat negara memiliki ruang fiskal yang kuat untuk merespons bencana secara cepat.
Pemerintah juga telah menyalurkan dana operasional langsung ke daerah terdampak. Setiap provinsi menerima Rp20 miliar, sementara 52 kabupaten dan kota masing-masing memperoleh Rp4 miliar di luar anggaran pemulihan. Dana tersebut diterima daerah hanya tiga hari setelah instruksi diberikan.
Hargai Jerih Payah Bangsa Sendiri
Di lapangan, lebih dari 50.000 personel TNI dan Polri dikerahkan, didukung lebih dari 60 helikopter dan belasan pesawat. Pemerintah juga mengirim sekitar 1.000 alat berat, memperbaiki 50 jembatan bailey—tujuh di antaranya telah selesai—serta memulihkan sebagian besar akses jalan dan jaringan listrik.
Meski demikian, Presiden Prabowo mengakui pemulihan penuh membutuhkan waktu hingga beberapa bulan ke depan. Namun ia menegaskan negara hadir dan terus bekerja keras di tengah tantangan alam yang berat. "Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada TNI/Polri / semoga lembaga dan kementeterian serta seluruh lapisan masyarakat yang telah bekerjasama mengatasi bencana banjir bandang dan longsor di Aceah Sumut dan Sumbar, tanpa gembar gembor," ujar Kepala Negara.
Meninjau Pembangunan Hunian Sementara
Presiden Prabowo Subianto kali ini juga mengunjungi lokasi terdampak bencana di Posko Pengungsi yang berlokasi di SD Negeri 05 Kayu Pasak Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, pada Kamis, 18 Desember 2025. Kepala Negara turut meninjau pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.
Di Agam, Kepala Negara mendarat di helipad Lapangan Sepak Bola Ipensi Ngungun. Dari helipad, Presiden langsung meninjau lokasi pembangunan huntara. Pemerintah merencanakan pembangunan sebanyak 100 unit Huntara di titik tersebut sebagai solusi sementara bagi para pengungsi sebelum proses rehabilitasi dan rekonstruksi permanen dilakukan. “Saya gembira sudah melihat rumah-rumah hunian sementara sudah mulai dibangun,” ujar Presiden Prabowo.
“Supaya ibu-ibu, bapak-bapak semua sudah tidak perlu tinggal di tenda. Kemudian segera sesudah itu kita akan bangun hunian tetap. Saya lihat cukup bagus kualitasnya,” lanjut Kepala Negara.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Negara juga meninjau langsung kondisi para pengungsi terdampak bencana sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan dengan baik. Presiden langsung menuju posko pengungsian yang saat ini menampung sebanyak 271 jiwa dari 85 kepala keluarga.
Di posko pengungsian, Presiden meninjau posko trauma healing. Dengan penuh kehangatan, Presiden berinteraksi langsung, berbincang, dan memberikan semangat kepada anak-anak agar tetap ceria dan kuat menghadapi situasi pascabencana.
“Kita akan mampu mengatasinya semua bersama-sama. Semua tidak sendiri, kita semua memikirkan tiap hari bagaimana kita bisa memperbaiki keadaan sudara-saudara,” imbuh Presiden.
Selain itu, Presiden juga menyapa para pengungsi, berdialog dengan warga, serta menerima laporan mengenai kebutuhan mendesak yang diperlukan di lokasi pengungsian. Di dapur umum, Presiden juga menyempatkan mencoba makanan untuk para pengungsi. Setelahnya, Presiden menuju posko kesehatan yang tengah memberikan layanan medis kepada warga terdampak.
“Saya didampingi banyak tokoh di sini. Kami datang, kami hanya ingin lihat, ingin beri semangat, ingin menyampaikan kalian tidak sendiri, kami akan bekerja untuk kalian semuanya,” pungkas Presiden.
Advertisement