Presiden Prabowo Beberkan Praktik Korupsi dan Perdagangan Ilegal di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto blak-blakan mengakui berbagai kelemahan struktural Indonesia di hadapan investor Amerika Serikat. Ia menyoroti persoalan tata kelola, korupsi, hingga maraknya praktik ekonomi ilegal yang selama ini menggerogoti penerimaan negara.
Prabowo menegaskan strategi ekonomi pemerintah saat ini difokuskan pada upaya mempertahankan pertumbuhan sekaligus memperbaiki kualitas pengelolaan sumber daya, termasuk membereskan kelemahan yang menggerogoti perekonomian.
"Kami memiliki kelemahan. Kami memiliki masalah dalam tata kelola, korupsi, dan kinerja institusional yang lemah," ujarnya, dikutip Kamis, 19 Februari 2026.
Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lampaui 5 persen.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 mampu melampaui level 5 persen. Pemerintah Indonesia saat ini menggerakkan perekonomian dari tingkat akar rumput sebagai fondasi penguatan kinerja nasional.
Hal ini tercermin dari arus investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) menunjukkan tren yang sangat sehat. Tahun lalu, Indonesia mencatatkan realisasi FDI sebesar US$53 miliar yang dinilai sebagai bentuk kepercayaan nyata asing terhadap potensi ekonomi, stabilitas politik, serta arah kebijakan dalam negeri.
"Ekonomi kami tumbuh stabil di angka 5 persen lebih. Kami akan terus menjaga lintasan ini, dan secara pribadi saya yakin pertumbuhan kami akan jauh lebih tinggi tahun ini. Indikator nyata sudah mulai terlihat, kami menggerakkan ekonomi dari tingkat akar rumput," ujar Prabowo dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat.
Advertisement