PPIH Embarkasih Surabaya Mulai Terapkan Kebijakan Syarikah
Proses pemberangkatan ibadah haji tahun 2025 menggunakan sistem baru yakni terdapat syarikah yakni penyedia layanan bagi jamaah haji selama berada di tanah suci.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris PPIH Embarkasih Surabaya, Sugiyo mengatakan, bahwa kebijakan tersebut diterapkan oleh Pemerintah Arab Saudi mulai keberangkatan tanggal 7 Mei 2025.
Sistem baru ini kemudian merubah skema pengelompokan berdasar kloter yang sudah ditetapkan sebelumnya. Di mana, dengan sistem baru ini CJH bisa lepas dari kloternya dan KBIHU-nya.
"Dan untuk yang pendampingan, juga penggabungan ini kami komunikasikan tadi dengan pihak transportasi agar diupayakan tetap bisa dijadikan satu. Karena dari pemerintah Saudi meminta one kloter, one syarikah," kata Sugiyo saat ditemui di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis 8 Mei 2025.
Karena itu, dengan sistem ini akan menggabungkan dari berbafau kabupaten/kota tanpa melihat KBIHU mana, daerah mana. "Pokoknya bagaimana satu kloter penuh satu syarikah," tuturnya.
Untuk mengatasi kendala-kendala yang ada, Sugiyo mengatakan, pihaknya melakukan koordinasi dengan seluruh Kepala Kantor Kemenag se-Jatim serta forum KBIHU se-Jatim.
Dalam koordinasi itu, pihaknya mencari cara mengatasi permasalahan ketika ada CJH terpisah dari daerahnya maupun KBIHU-nya. "Agar para KBIHU itu bisa bersatu memberikan yang terbaik. Bahwa jemaah KBIHU sagi sama dengan KBIHU yang lain memberikan pelayanan yang terbaik," ujarnya.
"Kalau kemudian di situ membutuhkan karena suatu hal anggaran dan sebagainya itu supaya dibicarakan di antara KBIHU yang anggotanya saling geser gitu," pungkasnya.
Tambahan#
Syarikah
Advertisement