Pinjam Mesin dan Parasut, Atlet Paramotor Mojokerto Raih Perunggu SEA Games Thailand
Perjuangan atlet paramotor asal Kabupaten Mojokerto, Wahyu Wijaya, patut diapresiasi. Pemuda yang berasal dari Dusun Tuwiri, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari itu sukses mempersembahkan medali perunggu pada ajang SEA Games Thailand, meski harus bertanding dengan peralatan pinjaman.
Wahyu Wijaya yang akrab disapa Je tampil di cabang olahraga paramotor yang untuk pertama kalinya dipertandingkan di SEA Games. Ini juga menjadi debut Je di ajang olahraga terbesar se-Asia Tenggara tersebut.
Keterbatasan sarana menjadi tantangan besar yang harus dihadapi Je sebelum berangkat ke Thailand. Mesin paramotor miliknya mengalami kerusakan, sementara parasut yang dimiliki sudah tidak layak pakai akibat porositas. Kondisi tersebut memaksa Je menggunakan mesin dan parasut milik atlet asal Papua agar tetap bisa bertanding.
Ayah Je, Akbar atau yang akrab disapa Ilung, mengaku bangga atas pencapaian putranya. Menurutnya, medali perunggu tersebut menjadi prestasi luar biasa, mengingat Je masih terbilang muda dan baru pertama kali turun di SEA Games.
“Sebagai orang tua tentu sangat bangga. Ini pertama kalinya anak saya ikut SEA Games dan langsung bisa meraih medali. Apalagi cabor paramotor baru pertama kali dipertandingkan,” ujar Ilung, Senin (22/12/2025).
Sebelum keberangkatan ke Thailand, Ilung dan istrinya terus memberikan motivasi kepada Je agar menjaga kondisi fisik dan mental. Keduanya berharap sang anak dapat bertanding dengan maksimal tanpa kendala kesehatan.
“Kami hanya berpesan supaya tetap semangat dan jaga kesehatan. Fisik dan mental itu penting saat bertanding,” katanya.
Ilung menjelaskan, kendala utama yang dihadapi Je hanyalah soal peralatan. Karena alat pribadi tidak memungkinkan untuk digunakan, ia pun meminta bantuan rekan sesama atlet dari Papua. “Alatnya benar-benar pinjam. Mesin dan parasut dari teman-teman Papua. Alhamdulillah mereka sangat mendukung dan dengan ikhlas meminjamkan,” ungkapnya.
Ke depan, Ilung berharap Je dapat terus meningkatkan kemampuan melalui latihan yang lebih intensif. Ia juga berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah untuk mendukung atlet-atlet muda berprestasi.
“Usianya masih paling muda dibanding lawan-lawannya yang sudah senior. Harapannya ke depan bisa terus berkembang dan mendapat dukungan dari pemerintah,” pungkasnya.
Advertisement