Lolos Babak 32 Liga 4, Persatu Tuban Ganti Pelatih Kepala
Manajemen Persatu Tuban memutuskan untuk mengganti Pelatih Kepala, Khoirul Anam, pasca tim berjuluk Laskar Ronggolawe itu lolos babak 32 besar Kompetisi Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025-2026.
Pergantian pelatih tersebut merupakan bagian dari proses penyegaran tim Persatu Tuban dalam rangka menatap dan melanjutkan perjuangan pada Kompetisi Liga 4 musim 2025–2026.
Manajemen Persatu Tuban menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Head Coach Khoirul Anam atas dedikasi, kerja keras, serta pengabdiannya bersama tim Laskar Ronggolawe.
"Terima kasih atas tenaga, pikiran, dan semangat yang telah dicurahkan untuk Persatu Tuban. Doa terbaik kami menyertai langkah Coach Khoirul Anam ke depan, semoga sukses dalam perjalanan dan tantangan berikutnya," terang Manajer Persatu Tuban, M. Abdul Rohman, Selasa, 16 Desember 2025.
Menurutnya, pergantian pelatih ini merupakan bagian dari proses penyegaran tim Persatu Tuban dalam rangka menatap dan melanjutkan perjuangan di babak 32 besar Kompetisi Liga 4 musim 2025–2026.
Secara prinsip, Coach Khoirul Anam telah bekerja secara maksimal untuk tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Tuban. Namun demikian, manajemen memandang perlu adanya penyegaran organisasi guna menghadapi kompetisi selanjutnya dengan energi dan semangat baru.
Perpisahan ini bukan untuk melupakan, melainkan sebagai bentuk penghormatan atas setiap jejak perjuangan yang telah ditorehkan bersama Persatu.
Pengabdian Coach Khoirul Anam akan selalu dikenang oleh Laskar Ronggolawe dan seluruh masyarakat Kabupaten Tuban. Karena dia pernah menjadi bagian dari keluarga besar Persatu Tuban.
Lebih lanjut, manajemen Persatu Tuban dalam waktu dekat akan segera mengumumkan Head Coach yang baru. Hal ini merupakan wujud komitmen manajemen untuk terus melangkah, berbenah, dan berjuang di kompetisi berikutnya.
"Untuk saat ini, fokus utama adalah pembenahan internal pasca fase penyisihan Grup C Liga 4, agar ke depan Persatu dapat tampil lebih maksimal dan terus melaju hingga tingkat nasional," ungkapnya.
Dia mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Tuban untuk terus mendoakan dan mendukung Persatu Tuban agar senantiasa berprestasi. Persatu bukan sekadar klub, melainkan bagian dari sejarah sepak bola Kabupaten Tuban dan milik seluruh masyarakatnya.
"Mari kita jaga bersama, meskipun dinamika selalu hadir dalam setiap perjalanan. Jadikan dinamika ini sebagai pelecut semangat bagi manajemen untuk terus berbenah, berkarya, dan berkontribusi demi kemajuan sepak bola Kabupaten Tuban," pungkasnya.