Pernah Jadi Sopir Tembak, Ahmad Sahroni Kepleset Ucapan Sendiri di Puncak Kariernya
Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem Ahmad Sahroni dan teman satu fraksinya, Nafa Urbach mulai hari ini Senin 1 September 2025 resmi ditarik dari anggota DPRI. Ia kepleset kata-katanya sendiri yang dianggap menyakiti hati rakyat. Sedang Nafa Urbach mendukung tunjangan rumah anggota DPR yang ditolak rakyat.
Ucapan wakil rakyat yang terhormat itu berbuntut kerusuhan. Kantor polisi, gedung DPRD dan fasilitas umum di beberapa daerah dirusak dan dibakar. Stabilitas keamanan terusik dan presiden pun harus turun tangan.
Selain menjadi anggota DPR RI, Sahroni di partai juga mempunyai kedudukan yang cukup mentereng yaitu sebagai bendahara umum Partai Nasdem. Jabatan yang tak bisa diduki oleh sembarang orang.
Memiliki Kekayaan Sebesar Rp 328,91 Miliar
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 21 Februari 2025 untuk periode 2024, Sahroni memiliki total kekayaan yang cukup fantastik yaitu sebesar Rp 328,91 miliar. Harta kekayaan itu di antaranya berasal dari 19 aset tanah dan bangunan senilai Rp 139 miliar serta 27 kendaraan senilai Rp 38 miliar.
Sekarang muncul pertanyaan, siapa sebenarnya Ahmad Sahroni itu? Untuk menjawab pertanyaan Ngopibareng menghubungi beberapa sumber dan mengintip perjalanan hidup penggemar mobil mewah tersebut.
Dari Sopir Tanjung Priok ke Dunia Bisnis
Tidak banyak yang menyangka kalau Ahmad Sahroni itu mantan sopir bajaj di Tanjung Priok yang mampu menembus dunia politik nasional. Lahir di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 8 Agustus 1977, ia tumbuh dalam keluarga sederhana. Sejak kecil, Sahroni sudah terbiasa bekerja keras demi membantu keluarganya. Mulai dari berjualan nasi goreng, menjadi sopir bajaj, hingga sopir tembak taksi.
Ketekunan dan keuletan mengantarkan Sahroni ke dunia bisnis. Khususnya di sektor jasa transportasi dan migas. Ia mendirikan perusahaan PT Ruwindo Petro Mandiri yang kemudian mengubah kehidupannya secara drastis. Dari sinilah muncul julukan “Crazy Rich Tanjung Priok” menggambarkan perjalanan hidupnya yang penuh inspirasi.
Masuk Dunia Politik
Sukses di bisnis tidak membuatnya berhenti dan ongkang-ongkang kaki. Ia kemudian masuk ke dunia politik melalui Partai Nasdem, maju sebagai calon anggota DPR RI dari dapil DKI Jakarta III. Pada Pemilu 2014 ia berhasil terpilih dan pada Pemilu 2019 semakin menguat dengan perolehan suara terbanyak lebih dari 48 ribu suara sah. Sebelum dinonaktifkan oleh partainya, Sahroni menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, HAM dan keamanan.
Di luar politik, Sahroni aktif dalam kegiatan sosial untuk masyarakat kecil, terutama di Tanjung Priok, tempat ia dibesarkan. Ia kerap turun langsung memberi bantuan pendidikan, kesehatan, hingga dukungan ekonomi. Perjalanan hidup Ahmad Sahroni membuktikan bahwa kerja keras, dan doa mampu mengubah jalan hidup seseorang. Dari sopir bajaj menjadi anggota DPR RI, Sahroni menginspirasi banyak orang.
Sudah Kaya sebelum Masuk Senayan
Pria yang akrab disapa Bang Roni itu menegaskan dirinya maju ke Senayan bukan untuk sekadar mencari status atau harta, melainkan untuk memperjuangkan rakyat, khususnya warga Jakarta Utara.
“Visi misi saya ingin menjadi wakil rakyat yang terbaik buat masyarakat. Saya akan berjuang demi kepentingan rakyat dan berbagi dengan masyarakat,” ujar Sahroni ketika dinyatakan lolos ke Senayan. Dirinya sudah mapan secara ekonomi sebelum menjadi anggota DPR.
“Kalau mau cari keuntungan, untuk apa jadi wakil rakyat? Lebih baik jadi pengusaha. Pendapatan saya bisa miliaran per bulan. Jadi anggota DPR ini adalah pengabdian, bukan untuk memperkaya diri,” ujar yang merangkap sebagai Presiden Ferrari Owners Club Indonesia (FOCI) tersebut.
Dekat dengan Konstituen
Sejak awal, Sahroni dikenal akrab dengan warga Tanjung Priok. Ia sering turun langsung ke dapilnya untuk mendengar aspirasi masyarakat. Saat reses di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, ratusan warga terharu melihat kehadirannya.
“Datangnya Pak Ahmad Sahroni membuktikan bahwa tidak semua anggota DPR hanya mengumbar janji setelah terpilih,” kata Ketua RW 04 Rorotan, Ahmad Hisyam.
Dalam kesempatan itu, Sahroni juga mengingatkan para orang tua agar mengawasi anak-anak mereka dari bahaya kecanduan warnet. Ia menutup reses dengan memberikan bantuan sembako serta berkomitmen menyalurkan hewan kurban setiap tahun bagi warga.
Sosok yang Peduli dengan Sesama
Kedermawanan Ahmad Sahroni juga terlihat dalam berbagai kegiatan sosial. Setiap Ramada ia bersama FOCI menggelar buka puasa bersama 1.000 anak yatim piatu di Gelanggang Remaja Jakarta Utara. Selain santunan, anak-anak juga mendapat kenang-kenangan berupa mainan mobil Ferrari.
“Ramadan harus menjadi momentum berbagi. Saya berpesan kepada anak-anak agar terus belajar untuk meraih mimpi,” ujar Sahroni.
FOCI juga menyalurkan bantuan Rp20 juta kepada lima yayasan yatim piatu. Menurut Presiden FOCI Hanan Supangkat, kegiatan ini menjadi simbol bahwa Ferrari bukan sekadar kemewahan, melainkan hasil kerja keras.
Dari Priok untuk Indonesia
Kilas balik perjalanan Ahmad Sahroni membuktikan, sosok yang lahir dari lingkungan keras Tanjung Priok mampu mengukir prestasi hingga ke Senayan. Meski sukses sebagai pengusaha dan politisi, ia tetap dikenal sederhana, merakyat, dan konsisten berbagi dengan sesama.
Oleh karena itu banyak yang menyayangkan, di puncak karirnya sebagai politisi dan pengusaha, ia kepleset dengan ucapannya sendiri. Menuding orang yang ingin membubarkan DPR adalah orang paling tolol di dunia. Ucapanya itu sonatak memicu gelombang kemarahan rakyat, yang berujung kerusuhan dan pembakaran fasilitas umum, gedung DPRD serta Kantor Polisi.
Rumah Sahroni Dijarah Massa Barang Berharga Miliaran Rupiah Dibawa Kabur
Rumah anggota DPR RI Ahmad Sahroni, di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dijarah massa. Berbagai barang berharga di dalam rumah tersebut lenyap dijarah massa. Hal tersebut diketahui dari unggahan netizen di media sosial X
Sejumlah warganet mengunggah momen warga berhasil mengambil beragam barang berharga dan barang mewah dari dalam rumah Sahroni. Ada seorang warga yang mendapat jam tangah mewah Richard Mille dari rumah politikus partai Nasdem itu.
Ditelusuri di situs resmi Richard Mille, jam tangan tersebut memiliki nilai harga mencapai Rp11,7 miliar. Tak hanya jam tangan, ada juga warga yang mengambil tas merek Hermes hingga Louis Vuitton atau LV. Beberapa warga sekitar menyebut sejumlah orang yang diduga menjarah bukan merupakan warga asli sekitar tempat tinggal Sahroni. Massa juga menjarah piano besar dari rumah Ahmad Sahroni. Tidak berhenti di situ, action figure Iron Man hingga Spider-Man seukuran manusia juga ikut dijarah. Bahkan ada yang mengambil ijazah, sertifikat tanah, dan SKCK milik Ahmad Sahroni.
Sementara itu, barang berharga lain yang dijarah di antaranya figurine F1, TV, Macbook, sepatu Air Jordan, PS 5, brankas, hingga kulkas. Di sisi lain, di saat warga melakukan penjarahan barang berharga, sebagian lainnya justru berenang di dalam kolam renang yang ada di rumah Ahmad Sahroni. Sejak sore, ratusan warga sudah memadati Jalan Swasembada Timur XXII, Kebon Bawang, Tanjung Priok, tempat rumah Ahmad Sahroni dengan leluasa. Selain tidak aparat yang mencegah, saat kejadian Ahmad Saroni tidak ada tempat.
Advertisement