Pendidikan Kader Ulama, Program Unggulan MUI Jatim
Di usianya yang ke-50 tahun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) berusaha melakukan kaderisasi ulama. Salah satunya melalui Program Sarjana Pendidikan Kader Ulama (PKU).
"Program PKU menjadi pilot project MUI Provinsi Jawa Timur. Jadi program satu-satunya di Indonesia," kata Ketua MUI Jatim, KH. Ahsanul Haq dalam taushiyah tasyakuran milad ke-50 MUI di Puri Manggala Bhakti, Pemkot Probolinggo, Minggu, 27 Juli 2025 malam.
Acara tersebut dihadiri Walikota Probolinggo dr. Aminuddin, Wawalikota Ina Dwi Lestari, jajaran Forkopimda, dan tokoh-tokoh agama dan masyarakat.
Para kader PKU, lanjut KH Hasan, diharapkan bersungguh-sungguh dan lulus sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Sehingga program PKU-MUI dapat berjalan dengan baik dan sukses, tentu hal itu hanya bisa berjalan dengan dukungan MUI kabupaten/kota.
Selain menggelar PKU, MUI Jatim juga membahas fenomena sound horeg. "Kami mengundang dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan), juga praktisi sound horeg," ujarnya.
Berdasarkan kajian MUI Jatim, sound horeg lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Dengan kata lain, sound horeg dihukumi haram.
"Sekarang Pemprov Jatim sedang merumuskan regulasi soal sound horeg," kata KH. Ahsan.
Sementara itu Walikota Probolinggo, dr. Aminuddin menyampaikan apresiasi atas kiprah MUI. "MUI selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembinaan umat," ujarnya.
Bersamaan dengan momen milad ke-50, MUI Kota Probolinggo meluncurkan Mualaf Center Kota Probolinggo sebagai pusat layanan terpadu para mualaf. Layanan mencakup bimbingan pasca syahadat, konseling keagamaan dan psikologis, pelatihan kemandirian ekonomi, perlindungan hukum, serta pembentukan jejaring komunitas Sahabat Mualaf.
Milad MUI juga diwarnai santunan 100 anak yatim piatu dan dhuafa, yang digelar dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Basnas) Kota Probolinggo.
Advertisement