Pemkab Sidoarjo Tagih Ritel Gandeng UMKM
Pemkab Sidoarjo menagih janji semua ritel yang membuka gerainya di Sidoarjo agar segera bermitra dengan UMKM di Sidoarjo.
"Saat awal masuk Sidoarjo, ada pasal kesediaan pengelola ritel untuk menggandeng UMKM Sidoarjo. Karena itu, Pemkab Sidoarjo nagih janji ritel segera merealisasikan kemitraan dengan UMKM," ujar Kadisperindag Sidoarjo Fenny Apridawati , saat rapat koordinasi ritel dan UMKM di ruang kerjanya tadi siang.
Dijelaskan Fenny, UMKM Sidoarjo sangat maju dan semakin banyak. Ada 82 Sentra UMKM. Mulai UMKM tas, koper, sepatu, kerudung, sentra kampung telor bebek, kampung jajan pasar, kampung kue lumpur dan banyak lagi.
Bahkan ada sepatu yang di luar negeri dijual Rp 20 juta, ternyata, menurut Kadisperindag, pabriknya juga di Sidoarjo.
Misalnya lagi, kerajinan kerudung, pusatnya di daerah Putat, Candi, Sidoarjo. "Harga kerudung kalau di Pasar Turi Rp 15.000, sedang kalau kulak'an langsung ke Putat hanya Rp 8000 saja," katanya.
Dicontohkan juga, produk kaos kaki, pusat kerajinannya di Seruni, Gedangan. "Harga di pasaran Rp 15.000, tapi di Sruni hanya Rp 3000. Inilah keunggulan-keunggulan UMKM Sidoarjo," tukasnya.
Produk Tanggulangin, tambahnya, bahkan sudah tembus Italia. "Nang Itali ae mlebu, mosok dijual di ritel Sidoarjo gak bisa, " katanya yang disambut aplus peserta rapat.
Dijelaskan Kadisperindag, ke depan, peraturan penataan pasar modern dan tradisional, sedang digodok DPRD Sidoarjo. Nantinya sekian persen lahan ritel wajib diisi UMKM lokal.
Hadir dalam rapat sejumlah wakil ritel dari Hypermart, Giant, Alfamart, Transmart, Ramayana, Lottemart, Alfamidi dan masih banyak lagi.(dmr)