Pemkab Bondowoso Salurkan BLT DBHCHT Tahap Dua pada 71 Buruh Pabrik Rokok
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahap dua tahun anggaran 2025. BLT DBHCHT tahap dua ini disalurkan kepada 71 buruh pabrik rokok di Bondowoso.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso, dr. Muhammad Imron, menjelaskan, sebanyak 71 buruh pabrik rokok penerima BLT DBHCHT tahap dua 2025 dari dua pabrik rokok di Bondowoso.
Mereka menerima tahap dua melalui verifikasi dan validasi (verval) Dinsos P3AKB dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu serta Tenaga Kerja (DPMPTSP-Naker) Bondowoso.
"Penyaluran BLT DBHCHT tahap dua kepada 71 buruh pabrik rokok ini dilakukan tidak bersamaan. Penyaluran pertama kepada 34 buruh pabrik rokok di kecamatan Wonosari dan penyaluran kedua kepada 37 buruh pabrik rokok di Kecamatan Wringin," jelas Imron, Rabu, 19 November 2025.
Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso itu melanjutkan, sebelumnya pemkab telah menyalurkan BLT DBHCHT tahap pertama kepada 7.566 buruh pabrik rokok. Mereka merupakan buruh dari 31 pabrik rokok tersebar di sejumlah kecamatan di Bondowoso.
Dia menyebut, penyaluran BLT DBHCHT tahap pertama maupun tahap dua secara simbolis diserahkan langsung Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid dan Wakil Bupati As'ad Syafi'i Yahya kepada perwakilan buruh pabrik rokok.
“Besaran BLT DBHCHT diterima setiap buruh pabrik rokok sebesar Rp600 ribu untuk dua bulan," imbuhnya
Imron juga menerangkan, penyaluran BLT DBHCHT tahap dua dilakukan karena tersedia anggaran untuk penambahan alokasi buruh pabrik penerima BLT DBHCHT. Sehingga, pemkab mengakomodasi sebanyak 71 buruh pabrik rokok yang diantaranya buruh pabrik terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang memenuhi kriteria penerima BLT DBHCHT 2025.
“Awalnya direncanakan hanya satu kali penyaluran. Namun karena masih ada anggaran, kemudian kami susulkan penambahan dengan penyaluran tahap dua. Total anggaran BLT DBHCT 2025 sendiri mencapai sekitar Rp5 miar," terang mantan Staf Ahli Bupati Bondowoso itu.
Sementara, Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, mengatakan, BLT DBHCHT 2025 disalurkan untuk meringankan beban ekonomi buruh pabrik rokok. Selain itu sebagai upaya mendukung pembangunan kesejahteraan sosial di Bondowoso.
"Saya berharap BLT DBHCHT ini dapat meningkatkan pelindungan sosial dan kualitas hidup para buruh pabrik rokok di Bondowoso. Saya juga pastikan buruh pabrik rokok menerima utuh BLT DBHCHT sebesar Rp600 ribu untuk dua bulan," kata Bupati Hamid.
Advertisement