Pameran Pre-launching Museum, Dinas Pariwisata Kebudayaan Kediri Belum Pulangkan Prasasti Harinjing
Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar pre-launching Museum Kediri pada 17–21 Juni 2025, bertempat di Gedung Museum dan Kesenian Kabupaten Kediri, Jalan Tothok Kerot, Desa Menang, Kecamatan Pagu. Kegiatan ini menampilkan beragam koleksi warisan budaya tak benda, permainan tradisional, Wastra Nusantara, hingga artefak arkeologis seperti replika kepala Budha Satwa dan literasi aksara kuno.
Koleksi Unggulan dari Era Mataram Kuno
Dua koleksi unggulan dari era Kerajaan Mataram Kuno menjadi sorotan dalam pameran ini. Beberapa artefak bahkan diperkirakan berusia lebih dari 1.000 tahun. Meski begitu, Prasasti Harinjing, yang menjadi salah satu peninggalan paling bersejarah dari masa itu, belum dapat dipulangkan ke Kediri karena saat ini masih menjadi koleksi Museum Nasional di Jakarta.
“Ini baru tahap pre-launching, kami menampilkan versi mini dari Museum Kediri. Hampir semua koleksi yang dipamerkan adalah asli, kecuali Prasasti Harinjing yang masih berada di Museum Nasional,” jelas Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, Selasa 17Juni 2025.
Prasasti Harinjing: Jejak Kediri dari Kerajaan Mataram Kuno
Prasasti Harinjing merupakan peninggalan penting Kerajaan Mataram Kuno yang ditemukan di Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Prasasti ini menjadi dasar penetapan Hari Jadi Kabupaten Kediri, yang diperingati setiap 25 Maret. Saat ini, prasasti tersebut tersimpan di Museum Nasional dengan nomor inventaris D173.
Prasasti ini terbuat dari batu andesit dengan dimensi panjang 75 cm, lebar 26 cm, dan tinggi 117 cm. Di setiap sisinya, terpahat aksara kuno yang menyimpan sejarah penting bagi perkembangan Kediri di masa lampau.
Museum Kediri Hadir dengan Konsep Modern dan Edukatif
Pemerintah Kabupaten Kediri menargetkan pembangunan fisik Museum Kediri akan selesai pada akhir 2025. Museum ini dirancang secara modern, inklusif, dan ramah pengunjung. Tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda purbakala, museum ini juga difungsikan sebagai pusat edukasi sejarah dan budaya bagi masyarakat.
Dengan konsep interaktif dan narasi visual, pengunjung diajak napak tilas sejarah Kediri, memahami warisan masa lalu, dan menghubungkannya dengan konteks kekinian. Kehadiran museum ini diharapkan menjadi ikon baru pariwisata sejarah di Kediri, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Advertisement