Oneng, Inget Denny Sabri Gak ?
Tak pernah sekalipun Rieke Diah Pitaloka Intan Purnamasari menyebut nama Denny Sabri.
Padahal, talentscot Denny Sabri inilah lah yang mengorbitkan artis kelahiran Garut, Jawa Barat, 8 Januari 1974 ini.
Era 80- 90-an, nama Denny Sabri sangat terkenal. Kemana-mana selalu bersama Deddy Dores.
Kang Denny, begitu ia biasa dipanggil, adalah seorang talentscot (penemu bakat artis). Puluhan artis top jaman itu lahir dari tangan Kang Denny Sabri. Mulai dari Nicky Astria, Nike Ardilla, Conny Dio, dan puluhan nama lagi.
Saat Nike Ardilla meninggal, saatnya artis-artis baru dari Jabar ingin menggantikan posisinya.
Awal 1990-an, Kang Denny Sabri ke Surabaya. Ia yang dekat dengan para wartawan hiburan ini, membawa dua artis yang berwajah indo. Denny minta diblow up media, kalau dua artis itu bakal menggantikan Nike Ardilla.
Saya waktu itu masih reporter di tabloid Nyata, Jawa Pos Group. Saya kenal betul dengan "trio" yang suka ngorbitin artis: Kang Denny Sabri, Deddy Dores dan produser Harpa Record Jakarta Handoko Kusumo.
Siapa dua artis baru yang dibawa kesana kemari ama Kang Denny Sabri ini?
Kelak kita mengenal, dua pendatang indo yang masih belia itu, adalah Nafa Urbach dan Rieke Diah Pitaloka.
Nafa kemudian direkam Handoko Kusumo lewat single hits Bagai Lilin Kecil (cipt: Deddy Dores). Sedangkan Rieke, yang ternyata tak bisa menyanyi, suaranya fals ini, tapi modal cantik wajah indo ( saat itu) lebih diarahkan Kang Denny Sabri untuk main sinetron atau bintang iklan saja.
Saksi sejarah tinggal Handoko Kusumo. Kang Denny Sabri dan Deddy Dores, sudah meninggal.
Cuma hingga detik ini, Rieke tak pernah menyebut-nyebut peran Denny Sabri, yang mengorbitkanya dari kota kecil, Garut. Bahkan Wikipedia yang biasanya paling detail merekam data biografi artis atau tokoh juga tidak menuliskanya.
Kita tahu, selain dunia akting, Rieke amat piawai berakting sesungguhnya di dunia politik. Setelah begitu getol membela PKI, hingga mengatakan " Kalau PKI bangkit emang kenapa?" Membuat dirinya dibully netizen. Beberapa hari lalu Rieke mengajak suami dan anak-anaknya mengadu ke MUI. Ia datang dengan baju muslim. Sudah pasti ingin mengatakan bahwa ia dan keluarganya bukanlah antek-antek PKI.
Rieke Diah Pitaloka menikah dengan dosen filsafat Universitas Indonesia, Donny Gahral Adian pada Sabtu, 23 Juli 2005, di kediaman orangtua Rieke di Garut, Jawa Barat. Pernikahan ini menimbulkan kontroversi karena ia sudah bertunangan sejak 11 Januari 2002, dengan sutradara Exel J Permadimerasa.
Pada 9 Januari 2011, tepat sehari setelah ulang tahun Rieke ke-38, ia melahirkan anak kembar laki-lakinya yaitu Misesa Adiansyah dan Jalumanon Badrika melalui operasi Caesar. Sebelumnya pasangan ini telah memiliki seorang anak laki-laki lahir tahun 2009, Sagara Kawani Hadiasyah.
Saat ia menikah, tentu saja, sudah tidak didampingi Kang Denny Sabri lagi, yang sudah meninggal beberapa tahun sebelumnya karena sakit lever.
Rieke mulai dikenal publik lewat iklan Kondom Sutra dengan ucapan Meong. Paling ngetop lewat perannya sebagai Oneng yang "o'on" lewat sitkom Bajaj Bajuri.
Selain sinetron, Rieke juga dikenal sebagai pembawa acara Good Morning dan penulis buku.Salah satu judul bukunya adalah Renungan Kloset.
Rieke pernah ikut pementasan teater 'Cipoa' garapan Putu Wijaya. Juga pernah main film sebagai Dwi, perempuan yang dipoligami dalam film Berbagi Suami. Ketagihan main film, Rieke bermain dalam film antologi karya empat sutradara perempuan berjudul Lotus Requiem yang kemudian judulnya diubah menjadi Perempuan Punya Cerita.
Merambah Politik.
Rieke aktif dalam kegiatan politik, bahkan pernah menduduki jabatan wakil sekretaris jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa(PKB) pimpinan Muhaimin Iskandar. Rieke kemudian mengundurkan diri dari partai berbasis massa Islam tersebut untuk bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pimpinan Megawati Soekarnoputri.
Rieke pernah anggota DPR periode 2009-2014dari PDI-P untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat II. Rieke merupakan anggota Komisi IX. Bidang yang sangat Ia perhatikan adalah bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia merupakan salah satu anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).
Rieke Dyah Pitaloka juga mendirikan "Yayasan Pitaloka" yang bergerak di bidang sastra dan sosial kemasyarakatan.
Pada 2013 Rieke pernah mencalonkan dirinya sebagai Gubernur Jawa Barat bareng Teten Masduki, mereka menamakan dirinya sebagai PATEN dan diusung oleh PDI-P dengan nomor urut 5. Cuma gagal jadi Gubernur Jabar.
Pada pemilu legislatif 2014, Rieke maju sebagai calon legislatif DPR dapil Jawa BaratVII, ia pun lolos ke Senayan dan menjadi anggota DPR periode 2014-2019 dengan perolehan suara 255.044 suara.
Ketika sedang dibully netizen karena dianggap jadi antek-antek PKI hingga ia minta perlindungan MUI, masih ingatkah Rieke pada Kang Deny Sabri? (dmr)
Ini lah Kang Denny Sabri (foto sebelah kanan)
Rekam Jejak Karier Rieke Diah Pitaloka.
Sinetron.
Srikandi
Badut pasti Berlalu
Untukmu SegalanyaTirani
Kehidupan 30 Meter
Putri Maharani
Perawan-perawan
Perkawinan Prahara
Prabu Siliwangi
Goresan Cinta Berbingkai Duka
Bajaj Bajuri
Bola Kampung
Salon Oneng
Maha Kasih
Film
Berbagi Suami (2007)
Perempuan Punya Cerita (2008)
Laskar Pelangi (2008)
Sang Pemimpi (2009)
Pembawa acara
Book Review (Metro TV)Good Morning (Trans TV)
Buku
Renungan Kloset
Kekerasan Negara Menular Ke Masyarakat