Naik Penyidikan Kasus BBM di Jember Belum Ada Tersangka
Mandeknya penanganan kasus dugaan penyelewengan BBM dan percobaan pembunuhan terhadap anggota DPRD Jember, David Handoko Seto, menuai sorotan. Hampir satu bulan sejak dilaporkan, namun belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.
Kuasa hukum korban, M. Husni Thamrin, secara terbuka mempertanyakan keseriusan Polres Jember dalam mengusut perkara yang dinilai memiliki dampak besar, baik dari sisi hukum maupun kepentingan publik.
Hingga kini, belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan, meski laporan telah berjalan hampir satu bulan sejak dilayangkan.
“Untuk yang kasus dugaan percobaan pembunuhan itu sampai hari ini belum ada tindakan apa-apa dari Polres. Ini sudah hampir satu bulan sejak pelaporan,” tegasnya.
Sementara dalam kasus dugaan penyelewengan BBM yang telah naik ke tahap penyidikan sejak 18 Maret, informasi yang diterima pelapor dinilai sangat terbatas. Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang seharusnya menjadi rujukan justru tidak memuat detail penting, termasuk siapa saja pihak yang telah diperiksa.
“Di SP2HP itu tidak disebutkan siapa saja yang sudah dimintai keterangan. Hanya disebut laporan ditindaklanjuti. Ini tentu sangat minim informasi,” ujarnya.
Upaya kuasa hukum untuk menggali perkembangan perkara pun belum membuahkan hasil. Meski telah berulang kali mendatangi Polres Jember, penyidik disebut tidak memberikan penjelasan yang memadai.
Sementara itu, status pemeriksaan terhadap terlapor maupun saksi lain masih belum jelas. Situasi ini dinilai tidak sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menertibkan distribusi BBM, yang saat ini menjadi isu strategis nasional.
“Yang diperiksa baru pelapor, Pak David, sudah dua kali. Tapi pihak lain, baik terlapor maupun saksi, kami belum tahu sama sekali,” katanya.
Lebih jauh, Thamrin mengingatkan, lambannya penanganan perkara berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum. Ia bahkan tidak menutup kemungkinan adanya dugaan pelanggaran prosedur maupun disiplin di internal kepolisian.
Sebagai langkah lanjutan, pihaknya menyiapkan upaya pelaporan ke tingkat pusat apabila tidak ada percepatan penanganan.
“Kalau tetap tidak ada perkembangan, kami akan mengadu ke Mabes Polri dan Propam. Kami juga minta supervisi langsung agar kasus ini tidak mandek,” tegasnya.
Kuasa hukum menegaskan, pengungkapan kasus ini harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk membongkar kemungkinan adanya aktor di balik praktik penyelewengan BBM. Ia berharap aparat penegak hukum segera bertindak tegas demi kepastian hukum dan menjaga kepercayaan publik.
“Siapapun pelakunya, siapa dalangnya, harus diungkap semua. Ini menyangkut kepentingan publik,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan pihak kepolisian Polres Jember belum berhasil dikonfirmasi. Namun, sebelumnya, Wakapolres Jember, Kompol Ferry Dharmawan, memastikan mengusut tuntas dugaan penyelewengan BBM tersebut. Bahkan, Ferry memastikan tak akan pandang bulu. Pihaknya akan menindak tegas apabila ada oknum anggota Polres Jember yang terlibat.
Advertisement