Momen Haru Siswa di Jember Ikut Outing Class ke Liposos Bertemu Neneknya yang Hilang
Kunjungan 93 siswa Sekolah Dasar Luqman Al-Hakim Ad-Duha Kaliurang ke UPTD Liposos Jember pada Rabu, 19 November, berubah menjadi pengalaman emosional yang tak terlupakan. Yang semula hanya agenda outing kelas untuk mengenal lebih dekat layanan sosial, justru menjadi momen penuh air mata, empati, dan kejutan haru.
Momen haru itu semakin terasa sata salah satu siswa bertemu dengan neneknya yang berada di Liposos, yang terletak di Jalan Tawes, Kecamatan Kaliwates.
Kepala UPTD Liposos Jember, Roni Efendi, menceritakan bahwa para siswa awalnya datang untuk memahami tentang Liposos dan kehidupan para penghuni di unit gawat darurat sosial itu. Namun, respons mereka jauh di luar dugaan.
Siswa kelas V itu memiliki rasa empati yang luar biasa. Mereka menangis haru melihat aktivitas para lansia yang kini tak bersama keluarga mereka.
“Setelah melihat langsung kehidupan para pasien, kami tidak menyangka anak-anak ini sampai menangis. Mereka sangat terharu mendengar cerita para penghuni,” katanya, Kamis, 20 November 2025.
Kunjungan itu bukan hanya menjadi sesi pembelajaran sosial, melainkan pengalaman yang membuka mata para siswa tentang realitas kehidupan dan pentingnya empati kepada sesama.
Para siswa dipersilakan berinteraksi secara langsung kepada para penghuni Liposos. Sebagian penghuni menceritakan kisah hidup mereka.
Para siswa mendengarkan kesaksian beberapa pasien yang menceritakan pengalaman hidup mereka ada yang ditolak keluarga, ada yang diusir, ada pula yang terdampar tanpa arah hingga akhirnya dirawat di Liposos. Kisah-kisah itu membuat banyak siswa meneteskan air mata.
Namun, suasana semakin haru ketika salah satu siswa tiba-tiba menemukan sosok yang sangat ia kenali. Siswa itu bertemu dengan neneknya berinisial DM yang sudah berusia 70 tahun.
“Ternyata ada satu siswa yang neneknya dua hari sebelumnya hilang dari rumah. Dan tanpa disangka, neneknya ditemukan di Liposos,” ujarnya.
Menurutnya, momen tersebut membuat seluruh rombongan terdiam dan ikut larut dalam keharuan. Pihak Liposos pun segera melakukan proses reunifikasi agar sang nenek bisa kembali ke keluarganya dengan aman.
“Alhamdulillah kami bisa langsung mengantar neneknya pulang. Suasananya benar-benar haru ketika si anak memeluk neneknya,” pungkasnya.
Advertisement