Merapi Meluncurkan Lava 1.800 Meter, Semeru Erupsi 17 Kali pada Selasa 2 Juni 2026
Aktivitas vulkanik dua gunung api aktif di Indonesia, Gunung Merapi dan Gunung Semeru, mengalami peningkatan pada Selasa, 2 Juni 2026. Gunung Merapi tercatat mengalami 28 kali gempa guguran disertai luncuran lava hingga 1.800 meter, sementara Gunung Semeru mengalami 17 kali gempa letusan/erupsi.
Gunung Merapi Luncurkan Lava hingga 1.800 Meter
Gunung Merapi yang berada di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten, dengan ketinggian 2.968 mdpl, menunjukkan aktivitas vulkanik cukup tinggi.
Gunung api terpantau jelas hingga tertutup kabut tipis 0-II. Asap kawah utama terlihat berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal setinggi 70–150 meter dari puncak.
Petugas pemantauan mencatat delapan kali guguran lava ke arah barat daya melalui aliran Kali Bebeng, Kali Sat/Putih, dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.800 meter.
Kondisi cuaca di sekitar Merapi dilaporkan cerah hingga berawan dengan angin lemah mengarah ke timur. Suhu udara berkisar 16,7–19,4 derajat Celsius, kelembapan 87,5–96,4 persen, dan tekanan udara 874,7–918,9 mmHg.
Aktivitas Gempa Gunung Merapi
Dalam periode pengamatan, tercatat:
28 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–33 mm dan durasi 20,36–213,58 detik
4 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2–21 mm, S-P 0,3–0,6 detik, dan durasi 18,08–39,57 detik
2 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 7–71 mm dan durasi 13,45–16,93 detik
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung sehingga berpotensi memicu awan panas guguran (APG) di wilayah potensi bahaya.
Potensi Bahaya Gunung Merapi
Potensi bahaya Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan–barat daya, meliputi:
Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km
Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km
Sungai Woro sejauh maksimal 3 km
Sungai Gendol sejauh maksimal 5 km
Sementara jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat mencapai radius 3 kilometer dari puncak.
Masyarakat diminta tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana serta mewaspadai ancaman lahar dan abu vulkanik.
Semeru Alami 17 Kali Gempa Letusan
Sementara itu, Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, dengan ketinggian 3.676 mdpl, juga menunjukkan aktivitas vulkanik aktif.
Gunung terlihat jelas dengan asap kawah utama berwarna putih hingga kelabu berintensitas tipis setinggi 200–300 meter dari puncak. Cuaca di sekitar Semeru dilaporkan cerah dengan angin lemah menuju barat laut.
Aktivitas Gempa Gunung Semeru
Berdasarkan hasil pengamatan, tercatat:
17 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10–23 mm dan durasi 70–179 detik
3 kali gempa guguran dengan amplitudo 1–3 mm dan durasi 43–82 detik
2 kali gempa hembusan dengan amplitudo 1–5 mm dan durasi 34–57 detik
2 kali gempa harmonik dengan amplitudo 2 mm dan durasi 330–862 detik
Rekomendasi untuk Warga Sekitar Semeru
Masyarakat di sekitar Semeru diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak, karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar.
Selain itu, warga juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena rawan lontaran batu pijar.
Warga di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, diminta tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan.