Merapi Erupsi, Guguran Lava ke Kali Krasak Capai 1.800 Meter
Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan dengan teramati dua kali guguran lava pijar menuju Kali Krasak pada Senin, dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.800 meter. Gunung api yang berada di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten ini memiliki ketinggian 2.968 mdpl, berkoordinat di Latitude -7.542° LU dan Longitude 110.442° BT.
Pengamatan Visual: Cuaca Cerah, Guguran Lava Terpantau Jelas
Berdasarkan laporan pengamatan visual, Gunung Merapi terlihat jelas tanpa asap kawah. Cuaca cerah dan angin tenang mengarah ke barat, membuat aktivitas guguran dapat terpantau secara optimal.
Kondisi atmosfer sekitar gunung tercatat sebagai berikut:
Suhu udara: 18.1–21.3°C
Kelembaban: 85.55–93.8%
Tekanan udara: 872.8–916.6 mmHg
Aktivitas Seismik Meningkat
Pemantauan seismograf menunjukkan intensitas aktivitas Merapi yang cukup tinggi:
14 kali gempa guguran dengan amplitudo 1–81 mm dan durasi 40.25–151.13 detik.
18 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 1–28 mm, S-P 0.4–0.6 detik, dan durasi 13.82–40.26 detik.
Data ini mengindikasikan suplai magma masih berlangsung dan berpotensi memicu awan panas guguran di dalam wilayah potensi bahaya.
Potensi Bahaya Erupsi Merapi
BPPTKG menyampaikan potensi bahaya yang perlu diwaspadai masyarakat:
Guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya, meliputi:
Sungai Boyong: maksimal 5 km
Sungai Bedog, Krasak, Bebeng: maksimal 7 km
Pada sektor tenggara:
Sungai Woro: maksimal 3 km
Sungai Gendol: maksimal 5 km
Lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Suplai magma yang masih berlangsung meningkatkan potensi terjadinya awan panas guguran sewaktu-waktu.
Imbauan Resmi untuk Masyarakat
Masyarakat di sekitar Merapi diimbau untuk: Tidak melakukan aktivitas apapun di zona potensi bahaya. Mewaspadai lahar dan awan panas terutama saat hujan di sekitar Merapi. Mengantisipasi abu vulkanik yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan.
Tetap mengikuti informasi resmi dan kesiapsiagaan akan perubahan aktivitas Merapi karena tingkat aktivitas dapat ditinjau kembali jika terjadi peningkatan signifikan.
Advertisement