Menhan Sjafrie ke Bojonegoro, Tinjau Markas Baru TNI di Dander
Bojonegoro bakal punya posisi semakin strategis dalam peta pertahanan nasional. Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin, turun langsung meninjau pengembangan dua satuan baru TNI Angkatan Darat di Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.
Menhan Sjafrie melakukan kunjungan kerja ke Bojonegoro, Jumat 10 Juli 2026. Salah satu agenda utamanya melihat langsung kesiapan Brigif Teritorial Pembangunan (TP) 33/Naga Sesa dan Yonif TP 885/Belibis Putih. Lokasi pengembangan satuan berada di kawasan Taman Tirtawana, Desa Dander, Kecamatan Dander.
Kedatangan Menhan didampingi sejumlah pejabat tinggi TNI dan Kementerian Pertahanan. Di antaranya Wakil Panglima TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, serta jajaran terkait.
Sebelum menuju lokasi, Menhan dan rombongan melaksanakan Salat Jumat di Masjid Al Birru Pertiwi, Bojonegoro. Setiba di lokasi satuan, Sjafrie menerima laporan Komandan Yonif TP 885/Belibis Putih. Menhan kemudian mendapat paparan perkembangan pembangunan dari Komandan Brigif TP 33/Naga Sesa Kolonel Inf Slamet Fauzan.
Paparan tersebut mencakup perkembangan infrastruktur, fasilitas pendukung, kesiapan organisasi hingga tahapan pembentukan satuan. Sjafrie selanjutnya meninjau langsung sejumlah titik yang diproyeksikan menjadi bagian kompleks satuan TNI tersebut.
Tak Sekadar Pertahanan
Keberadaan Yonif TP 885/Belibis Putih di Bojonegoro tidak semata diarahkan untuk memperkuat postur pertahanan.
Satuan Teritorial Pembangunan juga diharapkan dekat dengan masyarakat dan ikut memberi kontribusi terhadap pembangunan serta kesejahteraan warga.
Prajurit dituntut menjadi kekuatan pertahanan yang disiplin dan tangguh. Namun, pada saat bersamaan harus mampu membangun hubungan kuat dengan rakyat.
Pengembangan Brigif TP 33/Naga Sesa dan Yonif TP 885/Belibis Putih sekaligus menempatkan Bojonegoro sebagai salah satu wilayah penting dalam penguatan organisasi TNI AD di Jawa Timur.
Kunjungan Menhan ke Dander menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas satuan baru tersebut.
Dengan pengembangan dua satuan itu, Bojonegoro kini tak hanya dikenal sebagai salah satu daerah penghasil minyak dan gas. Bumi Angling Dharma perlahan juga masuk dalam peta strategis penguatan pertahanan nasional.