Memprihatinkan, Pelajar di Pamekasan Ditangkap Polisi saat Antarkan Sabu
Polres Pamekasan berhasil mengungkap 14 kasus narkoba selama pelaksanaan Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2025. Dari operasi yang berlangsung selama 12 hari, sejak 30 Agustus hingga 10 September 2025, polisi mengamankan 19 tersangka beserta barang bukti 24,87 gram sabu dan 66 butir pil inex.
Ironisnya, dari belasan tersangka tersebut, salah satunya masih berstatus pelajar. Remaja berinisial MA (15) ditangkap saat hendak mengantarkan sabu di Jalan Raya Teja, Kecamatan Pamekasan, Kamis malam 4 September 2025.
“Dari tangan tersangka MA, petugas berhasil menyita barang bukti sabu seberat kurang lebih 2 gram. Untuk proses hukumnya sudah masuk tahap dua, artinya telah dilimpahkan ke pihak kejaksaan setempat,” ujar Wakapolres Pamekasan, Kompol Hendry Soelistiawan, dalam konferensi pers, Rabu 17 September 2025.
Kronologi Penangkapan
Kasat Narkoba Polres Pamekasan, AKP Agus Sugianto, menjelaskan penangkapan MA berawal dari informasi masyarakat. Petugas yang mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus tersangka di lokasi kejadian.
“Anggota opsnal kami mendapat informasi adanya transaksi narkoba di Jalan Raya Teja. Setelah dilakukan penyelidikan, benar adanya, tersangka ditemukan sedang membawa sabu,” terang Agus.
Hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2025
Selama operasi ini, polisi menangkap 19 pelaku penyalahgunaan narkoba yang terdiri dari 14 pengedar dan 5 pengguna. Polres Pamekasan menegaskan fokusnya kini tidak hanya pada pengguna, melainkan juga pengejaran bandar besar dan gembong narkoba yang meresahkan masyarakat.
Wakapolres Hendry menambahkan, polisi juga sudah mengantongi sejumlah nama lain yang diduga terlibat dalam jaringan narkoba di Pamekasan.
Polres Pamekasan mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih ketat mengawasi pergaulan anak-anaknya. Selain itu, masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan indikasi peredaran narkoba di lingkungannya. “Peredaran narkoba sudah merambah dunia pendidikan, ini harus menjadi perhatian bersama,” tegas Hendry.
Advertisement