Tren Trompet Plastik Buatan China, Trompet Lokal Sepi Pembeli
Membanjirnya trompet buatan China menjelang tahun baru 2026 menjadi ancaman serius bagi pedagang trompet lokal. Selain harganya murah, kualitas trompet buatan China lebih baik dan bunyinya juga lebih nyaring.
Sebagai perbandingan, trompet dari China menggunakan bahan plastik tahan air. Sedang trompet lokal terbuat dari kertas, kalau kena air langsung ambyar.
Beberapa pedagang trompet di Jakarta ketika ditemui ngopibareng.id mengatakan, trompet buatan China itu membuat trompet lokal klepek-klepek.
"Kalau jauh hari tahu akan kebanjiran trompet China, saya tidak akan memproduksi trompet kertas," kata Kuswaya, juragan trompet asal Kuningan, Jawa Barat.
Menurut Kuswaya, trompet mulai ditinggalkan masyarakat sejak adanya Covid-19. Pemerintah waktu itu secara resmi melarang meniup trompet, karena tiupan trompet dapat menularkan virus yang mematikan tersebut
"Sejak itu omset penjualan trompetnya menurun hingga 75 persen," katanya.
Trompet produk Kuswoyo, sebelum covid pemasarannya sampai Kalimantan, Medan, Selain Jakarta, Bandung, Semarang, Yogya, Malang dan Surabaya. Dia memiliki ratusan agen di seluruh Indonesia.
"Waktu itu agen saya lebih dari 200 orang, sekarang pada berhenti," kenangnya. Kus.
Dari berjualan trompet, Kuswaya mengaku bisa membeli rumah dan mobil, meskipun seken.
Jelang tahun baru 2026 dia sudah menghubungi agennya, tapi yang mau jualan hanya beberapa orang, sedang malam tahun baru tinggal menghitung jam. Sistemnya ambil dulu bayar yang laku, yang tidak laku dikembalikan.
"Sampai sekarang trompet saya numpuk di gudang, alamat kerugian sudah di depan mata," ujar pria berusia 55 tahun itu dengan nada kecewa.
Kegalaun Kuswaya itu juga dirasakan anak buahnya yang masih nekat jualan trompet. Untuk itu dia mengkolaborasi antara trompet plastik lokal dan buatan China. Yang laku keras trompet plastik dan trompet buatan China, mengalahkan trompet lokal.
"Saya dititipi trompet China 50 biji, sudah laku 12, sedang yang lokal, 30 biji, masih utuh," ujar Saili.
Ia menyebut trompet buatan China berujuran sekitar 50 sebtimeter harganya Rp20 ribu hingga Rp25 ribu, yang 20 sentimeter Rp15 ribu . Sedang yang lokal berbentuk naga harganya bervariasi, antara Rp10 sampai Rp20 ribu. Setiap trompet ia memperoleh keuntungan Rp2.500 hingga Rp 4.000.
Salah seorang pembeli, menyampaikan alasan membeli trompet buatan China karena kuat, bisa disimpan untuk lain waktu.
Advertisement