Mantan Gubernur Jabar Ridwan Kamil Ingin Segera Akhiri Polemik Lisa Mariana Tak Akui Hasil Tes DNA
Kasus tudingan perselingkuhan yang menyeret mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memasuki babak baru. Hasil tes DNA yang dilakukan Bareskrim Polri, menunjukkan ketidakcocokan antara DNA Ridwan Kamil dengan anak Lisa Mariana.
Kuasa hukum Ridwan Kamil, Muslim Jaya Butar Butar, menyebut, hasil tes DNA mengakhiri polemik yang berkembang saat ini di ruang publik. Dia menyebut, sejak awal, kliennya bersikap kooperatif dan menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum.
Hasil tes DNA hari ini menjadi bukti ilmiah yang sah bahwa tidak ada hubungan biologis antara Pak Ridwan Kamil dan anak saudari LM. Dengan demikian, tuduhan yang selama ini dilemparkan di media sosial tidak benar adanya" kata pengacara Ridwan Kamil, Muslim Jaya Butar Butar, dalam pernyataan resmi Kamis, 21 Agustus 2025.
Proses Hukum Dugaan Pencemaran Nama Baik Ridwan Kamil Tetap Berjalan
Muslim menghargai keterangan resmi yang disampaikan Bareskrim Polri soal hasil tes DNA. Meskipun demikian, pihaknya memastikan proses hukum atas laporan dugaan pencemaran nama baik terhadap Ridwan Kamil harus tetap berjalan.
Ia menegaskan, konstruksi perkara ini terkait dengan dugaan tindak pidana manipulasi informasi atau dokumen elektronik, penyebaran hoaks, serta pencemaran nama baik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ITE dan pasal-pasal KUHP.
"Proses hukum ini sudah jelas rujukannya. Kami memberikan kepercayaan penuh kepada penyidik Siber Bareskrim untuk melanjutkan langkah-langkah hukum selanjutnya. Klien kami, sebagai warga negara yang baik, sejak awal sudah mendukung tes DNA dilakukan demi kepastian hukum, bukan karena tekanan publik," ucapnya.
Menurut Muslim, hingga saat ini, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah memeriksa 12 saksi, termasuk Lisa Mariana, serta menghadirkan 3 ahli bahasa, ITE, dan ahli hukum pidana. Barang bukti berupa dokumen elektronik, sampel suara, hingga dokumen surat lainnya juga telah disita untuk memperkuat proses penyidikan.
Muslim Jaya menegaskan, pihaknya berharap dengan keluarnya hasil tes DNA ini, publik tidak lagi terjebak dalam opini yang menyesatkan.
"Kami percaya penuh kepada profesionalitas kepolisian, khususnya Bareskrim dan Pusdokkes Polri. Fakta ilmiah hari ini harus menjadi rujukan semua pihak agar tidak lagi terjebak pada isu atau klaim yang tidak berdasar. Klien kami tetap fokus menghormati seluruh mekanisme hukum yang berjalan," ujar Muslim.
"Kemarin segel hasil DNA dibuka di hadapan semua pihak. Ini membuktikan transparansi penuh. Mari kita hormati hasil yang ada dan jadikan ini sebagai antiklimaks dari polemik yang sudah berlangsung. Kami ingin menekankan bahwa kebenaran selalu menemukan jalannya," kata Muslm.
Sampel DNA Yang digunakan Tiga Buccal Swab Dan Sampel Darah
Proses tes DNA dilakukan sejak pengambilan sampel pada 7 Agustus dan pemeriksaan berakhir pada 12 Agustus 2025. Adapun sampel DNA yang digunakan adalah tig buccal swab dan tiga sampel darah masing-masing dari Ridwan Kamil, Lisa Mariana, dan anak Lisa Mariana berinisial CA.
"Dari hasil analisis dari seluruh profil DNA yang diperoleh, maka telah dibuktikan secara ilmiah bahwa secara genetik, CA adalah anak biologis Lisa Mariana, bukan anak biologis Ridwan kamil," kata Karo Labdokkes Pusdokkes Polri Brigjen Sumy Hastry Purwanti di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 20 Agustus 2025.
Lisa Mariana Tolak Hasil Tes DN
Melihat hasil tersebut, Lisa Mariana mengaku tidak terima. Melalui akun media sosial TikTok-nya, ia meluapkan kekecewaan terkait hasil tes DNA tersebut.
"Kalau positif (hasilnya) itu jujur, kalau negatif berarti ini anak tuyul dong. RK tuyul dong. RK tuyul dong yah berarti kalo negatif. Seumur hidup lu ga bakal tenang. Tanggung jawab di akhirat nanti," kata Lisa Mariana dengan nada tinggi, dalam siaran langsung di akun TikTok.
Sebenarnya apa faktor-faktor yang bisa mempengaruhi akurasi tes DNA? Dikutip dari penjelasan Spesialis forensik dan medikolegal, Dr dr Ade Firmansyah Sugiharto, SpFM, Subsp FK(K) setidaknya ada lima faktor yang dapat mempengaruhi tingkat akurasi tes DNA. Faktornya meliputi: pengambilan sampel, preservasi sampel, transportasi sampel, dan laboratorium pemeriksa
Metode pemeriksaan.
Advertisement