Main Sepakbola Demi Uang Pengobatan Ayah
Selangor: Nama Thanabalan Nadarajah, apalagi wajahnya mungkin belum bisa dilupakan pendukung Timnas Indonesia.
Dalam minggu ini, bisa jadi menjadi sosok paling dibenci orang Indonesia setelah menggagalkan mimpi Tim Merah Putih tampil di final.
Satu satu golnya lewat tandukan kepala di menit akhir terasa menyakitkan bagi pemain dan pendukung Timnas Indonesia. Namun bagi orang Malaysia, Thanabalan dipuja bak pahlawan.
Jika mendengar kisah Thanabalan mungkin kebencian orang Indonesia akan berkurang. Tidak lagi menyebutnya sebagai "Si Jenggot Setan" atau "Si Jenggot Petir".
Kisah perjuangan pemain berjenggot lebat ini memang mengharukan. Di usianya yang baru 22 tahun, pemain yang kini memperkuat Felcra FC tersebut sudah menjadi tulang punggung bagi keluarganya.
Saat usianya menginjak 18 tahun, Thanabalan menghadapi kenyataan pahit karena ayahnya mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan pada 2013 lalu.
Saat itu, Thanabalan memutuskan untuk menjadi seorang pesepakbola, karena tak bisa melanjutkan sekolah. Pikirannya, dengan bermain sepakbola membuatnya bisa mendapatkan uang untuk menghidupi ayah, ibu, dan dua adiknya.
"Sangat sulit untuk diserahi tugas sebagai tulang punggung keluarga. Saat itu saya masih menjadi pemain muda dan belum banyak menghasilkan banyak uang. Kini, keadaan ekonomi kami mulai membaik dan target saya adalah memberi segala yang terbaik untuk keluarga," ucap Thanabal seperti dilansir dari The Star.
Ke depan , Thanabalan bertekad untuk selalu tampil bagus, bisa dikontrak oleh klub besar dan tentu dengan gaji yang lebih besar juga .
"Saya ingin bermain bagus dan membawa kehormatan bagi negara saya. Saya percaya penampilan bagus di SEA Games 2017 bisa meningkatkan nilai jual saya dan nantinya bisa memperbaiki kondisi keuangan keluarga saya. " ucap Sang Pengubur Mimpi Garuda Muda itu. tom