LP2M Universitas Jember Kirim Tim Medis ke Aceh Tamiang
Universitas Jember (UNEJ) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) menunjukkan komitmennya dalam penanganan bencana nasional dengan mengirimkan tim medis serta bantuan kesehatan ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Tahun Anggaran 2025.
Ketua LP2M Universitas Jember, Profesor Yuli Witono, menjelaskan, LP2M UNEJ secara resmi menerima pendanaan dari pemerintah pusat berdasarkan surat Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“LP2M Unej menerima Pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat Tahun Anggaran 2025,” katanya, Selasa, 16 Desember 2025.
Ia mengungkapkan, total dana yang diterima LP2M Universitas Jember untuk mendukung kegiatan tanggap darurat tersebut mencapai Rp468.737.000. Selain dari pemerintah pusat, program ini juga mendapatkan dukungan dana pendamping dari Pemerintah Kabupaten Jember sebesar Rp75 juta.
Dalam pelaksanaannya, LP2M Universitas Jember menugaskan sebanyak 12 tenaga medis dan tenaga kesehatan lintas fakultas untuk diterjunkan langsung ke lokasi bencana di Aceh Tamiang. Tim tersebut terdiri dari dosen dan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan penanganan medis di wilayah terdampak bencana.
“Kami menugaskan 12 tenaga medis dan tenaga kesehatan yang berasal dari Fakultas Kedokteran sebanyak tiga orang, Fakultas Kedokteran Gigi dua orang, Fakultas Keperawatan dua orang, Rumah Sakit Gigi dan Mulut dua orang, serta Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Umum atau PPDS Bedah Umum sebanyak tiga orang,” jelasnya.
Tim medis dan tenaga kesehatan Universitas Jember dijadwalkan bertugas selama dua pekan penuh di Kabupaten Aceh Tamiang. Mereka akan memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat terdampak bencana, sekaligus membantu pemulihan kondisi kesehatan pascabencana.
“Tenaga medis dan tenaga kesehatan ini akan bertugas di Kabupaten Aceh Tamiang selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 17 Desember 2025 hingga 31 Desember 2025,” tambahnya.
Selain mengirimkan sumber daya manusia, LP2M Universitas Jember juga menyalurkan berbagai bantuan logistik kesehatan dan alat penunjang pelayanan medis. Bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, terutama untuk mendukung pelayanan kesehatan dasar dan sanitasi di wilayah terdampak.
“Kami juga mengirimkan bantuan obat-obatan dan alat kesehatan, termasuk toilet portable, untuk mendukung pelayanan kesehatan dan sanitasi masyarakat di lokasi bencana,” ujarnya.
Adapun rincian bantuan yang dikirimkan ke Aceh Tamiang meliputi bahan medis habis pakai sebanyak tiga karton, partus set dan minor surgery satu karton, dua paket toilet portable, tiga paket bed portable untuk pemeriksaan pasien, satu karton peralatan pemeriksaan dasar dan laboratorium, dua paket genset, serta satu karton perlengkapan penjernih air.
Selain itu, LP2M Universitas Jember juga menyalurkan berbagai jenis obat-obatan, di antaranya obat ISPA satu karton, obat diare satu karton, obat rawat luka dua karton, obat diabetes satu karton, obat hipertensi satu karton, obat antibiotik dua karton, serta obat penyakit kulit, mata, dan cairan infus sebanyak satu karton.
Yuli menegaskan, keterlibatan Universitas Jember dalam program tanggap darurat ini merupakan wujud nyata peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya saat terjadi bencana.
“Kami berharap kehadiran tim medis dan bantuan yang kami kirimkan dapat membantu meringankan beban masyarakat Aceh Tamiang serta mempercepat pemulihan kesehatan pasca bencana,” pungkasnya.
Advertisement