Lima Kapal yang Pernah Tenggelam di Selat Bali, Jalur Penyeberangan Padat Jawa-Bali
Selat Bali merupakan jalur penyeberangan strategis dan padat yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali, terutama melalui Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi) dan Pelabuhan Gilimanuk (Jembrana). Namun di balik pentingnya jalur ini, sejarah mencatat sejumlah insiden kapal tenggelam yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian besar.
Dikutip dari Wikipedia, berikut adalah lima kapal yang pernah tenggelam di Selat Bali, lengkap dengan kronologi dan fakta-fakta penting:
1. Kapal Kaltimas III (19 April 1994)
Kapal Kaltimas III tenggelam di Selat Bali pada 19 April 1994 sekitar pukul 23.20 WIB. Kapal ini mengalami kebocoran saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk.
Lokasi: Selat Bali, antara Jawa dan Bali
Penyebab: Kebocoran pada lambung kapal
Penumpang: 53 penumpang dan 12 kru
Akibat: Kapal tenggelam, memicu evaluasi keselamatan transportasi laut
2. KMP Trisila Pratama (29 Agustus 1995)
Setahun setelah tenggelamnya Kaltimas III, KMP Trisila Pratama juga mengalami nasib serupa. Insiden ini terjadi pada 29 Agustus 1995.
Lokasi: Perairan Selat Bali
Penyebab: Tidak dijelaskan secara rinci, namun menjadi salah satu kecelakaan laut besar di era 90-an.
Akibat: Kapal tenggelam, memperkuat urgensi keselamatan pelayaran di jalur ini.
3. KMP Citra Mandala Bhakti (7 Juli 2010)
KMP Citra Mandala Bhakti tenggelam di Selat Bali pada 7 Juli 2010. Sebelumnya, kapal ini juga pernah mengalami insiden serupa pada tahun 2000.
Lokasi: Selat Bali
Penyebab: Dugaan kuat karena arus laut yang ganas dan faktor teknis
Catatan: Menambah daftar panjang kapal ferry yang karam di jalur ini.
4. KMP Rafelia II (4 Maret 2016)
Salah satu insiden yang paling memilukan terjadi pada 4 Maret 2016, ketika KMP Rafelia II tenggelam di perairan Selat Bali.
Korban: Termasuk mualim kapal Puji Purwono, sopir truk Agus Tia, ibu dan anak Masruroh & M. Romlan (18 bulan), serta penumpang I Gusti Made Suana yang tidak tercatat dalam manifes.
Nakhoda: Bambang S.A. dinyatakan hilang dan belum ditemukan
Penyebab: Masih dalam investigasi, diduga akibat kerusakan teknis di tengah cuaca buruk.
5. KMP Tunu Pratama Jaya (2-3 Juli 2025)
Insiden terbaru terjadi pada 2 Juli 2025, ketika KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam setelah mengalami kerusakan mesin dan kebocoran.
Kronologi:
Berangkat dari Ketapang pukul 22.56 WIB
Kru meminta bantuan pukul 00.16 WITA (3 Juli)
Kapal mengalami black out lalu terbalik sekitar pukul 00.19 WITA
Jumlah penumpang: 65 orang
Lokasi: Sekitar Dermaga LCM Gilimanuk, Bali
Penyebab: Kebocoran di ruang mesin
Selat Bali: Indah Tapi Berisiko
Meski dikenal dengan keindahan bawah laut seperti di Bangsring Underwater (Bunder), Pulau Tabuhan, dan Pulau Menjangan (bagian dari Taman Nasional Bali Barat), Selat Bali tetap menyimpan potensi bahaya, terutama bagi kapal yang tidak memenuhi standar keselamatan.
Pemerintah dan otoritas pelayaran diminta terus meningkatkan sistem pengawasan dan inspeksi rutin demi mencegah tragedi serupa terulang kembali.
Advertisement