Kubah di Rumah Dinas Walikota Probolinggo Juga Dibongkar
Menyusul pembongkaran kubah di atas teras kantor Pemkot Probolinggo, Selasa, 25 Februari 2025, kubah serupa di rumah dinas Walikota Probolinggo juga dibongkar. Kubah tersebut dibongkar sejumlah tukang bangunan, Rabu, 26 Februari 2025.
Para tukang bangunan bekerja sejak Rabu pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Dan sekitar pukul 17.00 WIB kubah dari beton cor itu telah "menghilang" dari rumah dinas walikota di kawasan Brak, Kota Probolinggo.
Sisi lain pembongkaran kedua kubah itu mendapat sorotan tajam dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD setempat.
Ketua FKB DPRD setempat, Eko Purwanto menilai, pembongkaran bangunan kubah tersebut sangat tidak prinsip dan sangat menyalahi prosedur perbaikan sarana dan prasarana.
Politisi yang juga Sekretaris DPC PKB Kota Probolinggo ini mempertanyakan pembongkaran kedua kubah itu. Menurutnya, ketimbang mengurusi bangunan yang sudah terbangun dan tidak ada masalah, lebih baik walikota fokus kepada hal-hal lain yang menyangkut masyarakat.
“Ketimbang membongkar bangunan itu, kan mending melakukan upaya yang menyangkut kepentingan masyarakat. Dikira memakai tukang juga tidak ada biayanya? Sama saja, pasti mengeluarkan biaya,” katanya kepada wartawan.
Eko menambahkan, pembongkaran yang dilakukan oleh walikota yang baru sekitar sepekan dilantik, tidak selaras dengan upaya efisiensi yang digaungkan pemerintah pusat.
“Pembongkaran dasarnya tidak ada. Seharusnya ada perencanaannya. Itu masih baru, dan alasan pembongkaran sangat tidak prinsip, sangat menyalahi prosedur perbaikan sarpras," ungkap Eko.
Wajar kalau PKB melakukan kritik tajam terkait pembongkaran kubah di pemkot dan rumah dinas. Kedua kubah itu dibangun sekitar tiga tahun lalu saat Pemkot Probolinggo dipimpin Habib Hadi Zainal Abidin, walikota yang diusung oleh PKB.
Seperti diketahui, kubah di atas bangunan kantor Pemkot Probolinggo dibongkar, Selasa, 25 Februari 2025. Sehari kemudian, kubah serupa di rumah dinas walikota juga dibongkar, Rabu, 26 Februari 2025.
Walikota Probolinggo, Dokter Aminuddin beralasan pembongkaran kedua kubah itu karena kurang sesuai dengan simbol pemerintahan.
Walikota juga mengatakan, hingga saat ini belum memastikan apakah akan dibangun kembali dengan bentuk berbeda.
Terkait pembongkaran kubah di rumah dinas walikota, dokter spesialis kandungan dan kebidanan itu mengatakan, biar selaras dengan kantor Pemkot Probolinggo.
"Ya, kan itu sama jenis bangunannya. Jadi kan tidak masalah kalau juga dibongkar, agar selaras,” kata Dokter Aminuddin.
Disinggung apakah dua kubah yang dibongkar akan diganti bentuk lain, walikota mengatakan, belum memastikan.
"Saya kan masih belum tahu mau diganti apa, atau mungkin mau diganti lambang gelas dan ular, karena saya seorang dokter," ujarnya.
Dokter Aminuddin yang saat ini masih menjalani pembekalan (retreat) di Akademi Militer Magelang belum bisa berkomentar banyak. Yang jelas, katanya, pembongkaran kubah juga atas masukan dan keinginan dari masyarakat.