Kreativitas Hari Kartini, Siswa SMP di Sidoarjo Olah Biji Jadi Karya Seni
Peringatan Hari Kartini di Sidoarjo tahun ini diwarnai kreativitas unik para siswa. Ratusan pelajar SMP Al-Falah Sedati memanfaatkan biji-bijian sebagai bahan utama untuk membuat kolase wajah Raden Ajeng Kartini, menghadirkan karya seni yang tidak hanya estetik, tetapi juga sarat makna.
Sebanyak 174 siswa dari kelas 7, 8, dan 9 terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Mereka menyusun berbagai jenis biji, seperti kacang hijau dan beras merah, menjadi potret Kartini yang penuh warna. Prosesnya memang membutuhkan ketelatenan, namun justru di situlah nilai pembelajaran terbentuk.
Kepala Sekolah, Muhammad Ma’ruf, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan siswa dengan pendekatan yang beragam. Menurutnya, sekolah menghadirkan sekitar 10 jenis kegiatan dalam peringatan Hari Kartini, mulai dari melukis, membuat kolase, mewarnai wayang Kartini, hingga deklarasi kesetaraan gender.
“Potensi anak-anak kami beragam, maka kegiatan yang kami siapkan juga beragam. Kami ingin mereka memahami pentingnya kesetaraan gender, menjadi pribadi yang berdaya, dan mampu menginspirasi lingkungan sekitarnya,” ujarnya, Selasa, 21 April april 2026.
Ia juga menekankan bahwa sosok Kartini bukan hanya simbol perjuangan emansipasi, tetapi juga teladan individu yang telah “selesai dengan dirinya sendiri” sehingga mampu memberi dampak bagi orang lain.
Selain kolase biji-bijian, rangkaian kegiatan Hari Kartini di sekolah tersebut meliputi No Plastic Day, pameran kokurikuler, Tree of Hope, pembacaan puisi bertema Kartini dan Hari Bumi, hingga lomba membaca surat Kartini. Seluruh kegiatan didampingi oleh para ustaz sebagai bagian dari pembinaan karakter.
Salah satu siswi, Azalea Rayya Adinegara dari kelas 7.1, mengaku antusias mengikuti kegiatan kolase. Meski membutuhkan kesabaran, ia merasa prosesnya menyenangkan. “Awalnya lumayan sulit karena harus teliti menyusun biji-bijian, tapi lama-lama jadi terbiasa dan asyik,” katanya.
Azalea juga memaknai Kartini sebagai sosok perempuan hebat yang memperjuangkan kesetaraan gender. Ia berharap semangat tersebut dapat terus hidup di generasi muda. Bahkan, ia memiliki cita-cita menjadi hakim di masa depan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga sarana edukasi yang relevan. Melalui kolase sederhana dari biji-bijian, para siswa belajar tentang kreativitas, kesabaran, hingga nilai perjuangan emansipasi yang diwariskan Kartini, membuat peringatan tahun ini terasa lebih hidup dan bermakna.
Advertisement