Konsumsi Buah Segar, Cara Sehat Mengembalikan Energi Setelah Seharian Berpuasa
Waktu berbuka adalah waktu yang baik untuk memulihkan energi dalam tubuh setelah menjalankan ibadah puasa. Untuk itu penting sekali memperhatikan pola makan sat berbuka agar tubuh benar-benar bugar. Adapun salah satu kebiasaan berbuka puasa yang para ahli kesehatan anjurkan adalah mengonsumsi buah-buahan segar dan manis.
Kebiasaan penting ini bukan sekadar tradisi, akan tetapi sebuah pilihan yang mempunyai berdampak langsung pada kesehatan pencernaan, kestabilan energi, hingga kebugaran tubuh.
Melansir laman ayosehat.kemkes.go.id. menyebut bahwa buah-buahan manis adalah asupan terbaik untuk memulai buka puasa. Hal ini karena lambung beristirahat selama lebih dari 12 jam dan tubuh membutuhkan makanan yang mudah diserap dan tidak membebani kerja sistem pencernaan. Dan Buah segar menjadi jawaban untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Buah adalah makanan kaya serat, air, serta gula alami yang langsung mengembalikan energi.
Selain itu saat berbuka puasa sebaiknya mengawalinya dengan minum air putih hangat. Setalah itu baru mengonsumsi buah segar yang tidak terlalu asam. Salah satu pilihan berbuka yang adalah buah kurma. Pilihan utama ini tidak hanya sesuai dengan anjuran agama, tetapi juga secara nutrisi buah kurma sangat baik untuk tubuh. Seperti diketahui kurma mengandung karbohidrat sederhana yang mudah dicerna. Selain itu kurma juga menyediakan energi cepat untuk memulihkan tubuh dari kondisi tanpa asupan sepanjang hari.
Selain kurma, buah lain yang bagus untuk berbuka adalah semangka, melon, pepaya, dan pisang. Semangka dan melon yang kaya air membantu menghidrasi tubuh. Sedangkan pepaya dengan enzim papainnya memperlancar pencernaan. Adapun buah pisang berperan mengisi kembali elektrolit berkat kandungan kalium yang tinggi. Semua kombinasi ini membantu tubuh menyesuaikan diri sebelum menerima makanan berat.
Kandungan vitamin, mineral, serat, dan air di dalamnya membantu pemulihan tubuh, meningkatkan metabolisme, serta menjaga daya tahan. Berbuka dengan buah juga mencegah kecenderungan makan berlebihan yang kerap terjadi saat terlalu lapar. Menjadikan buah sebagai pembuka puasa adalah langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan selama Ramadan. Kombinasikan kebiasaan ini dengan menu sahur bergizi seimbang, hidrasi cukup, dan istirahat teratur agar puasa tetap berjalan lancar dan tubuh tetap bertenaga.
Peringatan Para Ahli
Dan yang tidak kalah penting saat berbuka tidak langsung makan dengan porsi besar ketika azan Magrib berkumandang. Para ahli menyebut saat berbuka lambung yang kosong dalam durasi panjang tidak bisa langsung bekerja optimal.Karena itu, berbuka dengan buah segar adalah cara terbaik memberi “pemanasan” bagi pencernaan.
Setelah menyantap buah dan melakukan ibadah Magrib, barulah seseorang dapat melanjutkan dengan makanan utama yang bernutrisi seimbang. Sayangnya, masih banyak yang menghindari makan malam setelah tarawih karena takut gemuk. Padahal, tubuh justru membutuhkan asupan gizi lengkap untuk menggantikan energi yang hilang selama puasa.
Selain itu pada ahli gizi menyebut bahwa makan malam setelah tarawih sama sekali tidak berbahaya. Tetapi catatan pentingnya adalah porsinya terukur dan banyak memuat sayur, protein tanpa lemak, serta karbohidrat kompleks. Selain itu perlu menghindari makanan berlemak tinggi, gorengan, serta makanan manis berlebihan. Sebab hal tersebut akan memicu kenaikan berat badan. Setelah makan malam, tubuh juga memerlukan waktu jeda sebelum tidur agar pencernaan bekerja optimal.
Selain mengatur pola makan, penting juga menjaga jam tidur. Tidur terlalu larut bisa membuat waktu bangun sahur terganggu. Hal tersebut akan berdampak pada tubuh tidak mendapat asupan penting untuk bertahan selama puasa. Ritme makan dan tidur yang teratur sangat berpengaruh pada kesehatan secara keseluruhan. Dengan kata lain, buah bukan sekadar makanan pembuka, tetapi bagian penting dari pola makan seimbang di bulan Ramadan.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement