KONI Jatim Terapkan Visual Coaching Maksimalkan Latihan Jelang PON Bela Diri 2026
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menggagas visual coaching dalam rangka penguatan pelatihan cabang olahraga (cabor) yang akan mengikuti ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri II 2026 di Sulawesi Utara.
Ketua KONI Jatim, M. Nabil, Visual coaching, sebuah sistem hasil kerja sama antara KONI Jatim dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam membantu proses pelatihan.
Dalam sistem tersebut, terdapat gambaran umum terkait program latihan sebagai panduan bagi para pelatih dalam membuat program latihan yang juga harus dimasukkan dalam sistem tersebut.
Untuk itu, para pelatih nantinya akan mendapat pendampingan dari tim Badan Pelaksana (Bapel) Puslatda dan Badan Sport Science (BSS).
“Nanti kita memberi masukan, kita memberikan arahan dan akan ada semacam kunjungan nanti untuk mengonfirmasi supaya ada keseragaman dengan pola latihan walaupun dari cabor-cabor yang berbeda,” kata Nabil.
Program latihan yang dibuat pelatih nantinya ada dua komponen. Komponen pertama program umum dan program lain lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan, kondisi dan target masing-masing atlet.
Pasca lebaran, Nabil mengatakan, akan memanggil para pelatih untuk memaparkan model latihan untuk ditelaah dan dievaluasi oleh tim Bapel Puslatda dan BSS.
“Tujuan kita untuk memperoleh medali sebanyak-banyaknya itu harus ada target dulu. Nah, apabila targetnya terpenuhi maka nanti hasilnya akan akan terpenuhi,” tuturnya.
Tak hanya untuk PON Bela Diri saja, Nabil menegaskan, sistem ini jadi panduan bagi pelatih yang ada dalam menyambut berbagai ajang. Utamanya, Babak Kualifikasi (BK) PON 2028 yang jadi ajang pertaruhan atlet memperebutkan tiket ke PON 2028.
“Jangka panjang ya nanti kan kita mulai Puslatdanya itu kan mulai April. Nah, itu kita mulai untuk persiapan-persiapan, target awal untuk ikut event, kemudian target berikutnya adalah BK PON, kemudian di PON yang sebenarnya nanti,” pungkasnya.
Advertisement