KONI Jatim Desak Cabor Beladiri Perbaiki Sistem Pembinaan
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mendesak seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) beladiri untuk memaksimalkan pembinaan. Hal ini disampaikan agar dapat memenuhi seluruh nomor yang akan dipertandingkan di singel event nasional maupun PON 2028.
Desakan ini didasari hasil PON Beladiri 2025 di Kudus. Di mana, Jatim hanya mengirim 79 atlet dari 223 nomor yang dipertadingkan.
Dari jumlah tersebut, secara hasil memang cukup membanggakan karena Jatim sukses membawa pulang total 62 medali dengan rincian 32 emas, 17 perak dan 13 perunggu. Namun, hasil tersebut belum maksimal karena banyak nomor yang tidak diikuti.
“Sudah kita evaluasi ternyata hasilnya mereka sudah maksimal dengan persiapan yang minim. Pasca ini ke depan kami berharap mulai bersiap menghadapi BK PON dan PON,” kata Dudi usai rapat koordinasi bersama beberapa pengurus cabor bela diri di KONI Jatim.
Salah satu yang patut disiapkan adalah atlet. Sebab, di PON Beladiri lalu secara jumlah atlet yang dikirim terbatas.
Selain faktor anggaran, faktor minimnya atlet berprestasi jadi penyebab minimalisnya skuad kontingen Jatim saat itu. Sehingga, diharapkan cabor lebih siap agar bisa mengikuti semua nomor.
Ia mengatakan, jumlah atlet yang dikirim ke PON nanti bisa saja bertambah dengan catatan membuktikan prestasi diberbagai ajang. Termasuk yang penting adalah kejurnas.
“Melalui kejurnas itulah nanti kita juga akan evaluasi apakah cabor a misalkan bisa menambah kelas tidak di dalam pelaksanaan menghadapi BK PON dan PON,” tuturnya.
Karena itu, dalam jangka pendek ini pelatih harus segera membuat program latihan untuk menyambut kejurnas. Khususnya bagaimana memperbaiki fisik atlet yang dinilai jadi kekurangan.
Dari hasil yang sudah ada, beberapa atlet dipastikan masih bisa mengikuti PON 2028 nanti. Namun, ia tidak menjamin akan bisa berangkat karena cabor diminta melakukan promosi degradasi dan dipantau langsung KONI Jatim. Sehingga, hanya atlet terbaik yang akan berangkat.