Kerapu Lamongan Naik Kelas, Bidik Pasar Dunia
Produksi kerapu Lamongan menembus 1.830,62 ton sepanjang 2025 dengan nilai mencapai Rp174,12 miliar.
Tahun ini, komoditas unggulan tersebut kembali digenjot untuk naik kelas melalui Kampung Kerapu Labuhan, Kecamatan Brondong, dengan target menembus pasar yang lebih luas, bahkan mendunia.
Hingga 2026, produksi kerapu tercatat 1.071,1 ton dengan nilai Rp90,95 miliar. Potensi besar tersebut turut mengantarkan Lamongan ditetapkan sebagai Kampung Perikanan Budidaya Komoditas Kerapu atau Kampung Kerapu melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 111 Tahun 2023.
Penetapan ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk terus meningkatkan produktivitas, kualitas, dan daya saing kerapu Lamongan.
Penguatan tersebut dilakukan melalui peningkatan produktivitas pembudidaya, pemanfaatan teknologi digital, pengembangan produk olahan, hingga promosi.
Salah satunya lewat Festival Kerapu 2026 yang digelar di Area Parkir Wisata Pantai Kutang, Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Lamongan Minggu 13 September 2026.
Festival Kerapu 2026 ini menjadi ruang promosi potensi sekaligus bentuk syukur masyarakat atas sumber daya alam yang dimiliki. Festival juga diisi dengan lomba olahan kerapu yang tentunya ditujukan untuk mendorong pengembangan produk.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, pemkab terus mendorong Kampung Kerapu Labuhan agar semakin produktif dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
“Kami terus mendorong, memberikan semangat agar Kampung Kerapu di Labuhan semakin berkontribusi. Banyak hal yang telah kita lakukan, mulai dari pembinaan produksi agar lebih meningkat dan memiliki daya saing, memberikan materi manajemen, pengelolaan ikan, pemasaran dan lainnya,” tuturnya.
Bupati juga menyatakan, sebagai bentuk komitmen memperkuat produktivitas pembudidaya, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi.
Pada Maret 2026, Pemkab Lamongan melalui Dinas Perikanan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital memberikan bantuan 150 unit Venjet kepada 100 pembudidaya kerapu.
“Tahun 2025 produksi kerapu mencapai 174 miliar lebih, kemudian triwulan II 2026 sudah lebih dari 90 miliar. Kita yakin sampai akhir 2026 produksi akan bertambah besar lagi,” tandas bupati yangbl akrab disapa Pak Yes ini.