Kena Suspensi BGN Karena Kasus Keracunan, SPPG Kaliwates Kerap Diadukan ke Wadul Gus’e
Penjabat Sekretaris Daerah (PJ Sekda) Jember, Achmad Imam Fauzi, menegaskan, operasional dapur SPPG Kaliwates Kaliwates 3 harus dihentikan sementara menyusul insiden dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 22 siswa TK dan PAUD di Kecamatan Kaliwates.
Evaluasi terhadap dapur MBG tersebut tidak hanya dipicu insiden keracunan, tetapi juga karena SPPG Kaliwates sebelumnya disebut kerap menjadi bahan aduan masyarakat melalui kanal Wadul Gus’e.
“SPPG ini sebenarnya sudah beberapa kali diadukan masyarakat melalui Wadul Gus’e, mulai soal distribusi sampai persoalan teknis di lapangan. Maka kejadian ini menjadi perhatian serius,” ujarnya saat mengunjungi SPPG Kaliwates Kaliwates 3, Kamis, 21 Mei 2026.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan siswa penerima program MBG. Karena itu, penghentian sementara operasional dapur dinilai perlu dilakukan sambil menunggu hasil laboratorium dan evaluasi menyeluruh.
“Kami minta operasional dihentikan dulu sampai semua jelas. Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Kasus dugaan keracunan tersebut terjadi setelah puluhan siswa TK Al-Hidayah 01 dan PAUD Qur’an Raudlatul Tulab mengalami mual dan muntah usai menyantap makanan MBG yang didistribusikan dari dapur SPPG di Jalan Teratai, Kelurahan Kaliwates.
Total korban tercatat sebanyak 22 anak. Empat anak sempat menjalani penanganan di RS Kaliwates, satu anak di Puskesmas Kaliwates, enam anak di Puskesmas Jember Kidul, sedangkan 11 anak lainnya menjalani rawat jalan.
Pemkab Jember memastikan seluruh korban telah mendapat penanganan medis dan kondisi mereka kini berangsur membaik.
Selain menghentikan operasional dapur, Pemkab Jember bersama Satgas MBG dan Badan Gizi Nasional (BGN) juga melakukan investigasi lapangan, pendataan kemungkinan sasaran lain yang terdampak, hingga pengujian sampel makanan.
Sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan telah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut. Polisi juga ikut mengambil sampel guna kepentingan penyelidikan.
Sementara itu, Kepala SPPG Kaliwates Kaliwates 3, Ahmad Farid Anam, mengaku pihaknya menerima keputusan penghentian sementara operasional tersebut dan siap menjalani evaluasi.
“Hari ini kami tidak beroperasi dan tidak melakukan distribusi makanan. Kami menunggu hasil laboratorium dan evaluasi dari BGN,” ujar Farid.
Dari evaluasi internal sementara, makanan yang diduga bermasalah berasal dari menu porsi kecil berupa ayam suwir bumbu kuning. Namun pihak SPPG menegaskan belum dapat memastikan sumber penyebab sebelum hasil laboratorium resmi keluar.
Advertisement