Kemenhub Gelar Rakor di Pelabuhan Ketapang: Bahas Persiapan Libur Natal dan Tahun Baru
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di penyeberangan Ketapang Kemenhub menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama stake holder terkait.
Rakor digelar di ASDP Ketapang, Selasa, 25 November 2025. Rakor dipimpin Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Aan Suhanan dan dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, General Manager (GM) PT. ASDP Indonesia Ferry Ketapang ASDP Ketapang, Ardi Eka Pati.
Hadir pula Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Rustam Efendi, Wakapolresta Banyuwangi AKBP Tegus Prio Wasono, perwakilan Polres Situbondo, perwakilan Polres Bondowoso, BMKG, KSOP Tanjungwangi, BPTD Jatim, BPTD Bali, BPTD NTB, dan stakeholder lainnya.
Rakor ini dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan angkutan penyeberangan sekaligus mengantisipasi lonjakan arus penumpang selama libur panjang Nataru. Khususnya di Pelabuhan yang menghubungkan Jawa dengan Bali ini. Aan Suhanan menyebut, penyeberangan Ketapang-Gilimanuk merupakan kluster transportasi yang sangat krusial.
"Maka kita perlu kolaborasi untuk memastikan keselamatan dan kelancaran arus penyeberangan, baik di jalur darat maupun laut,” katanya.
Secara historis, menurutnya, volume kendaraan pada masa Nataru selalu meningkat. Pemerintah pusat telah menyusun sejumlah regulasi, termasuk pembatasan pergerakan angkutan barang selama periode operasi Nataru.
“Selain itu, angkutan barang tujuan Lembar akan dialihkan melalui Pelabuhan Jangkar di Situbondo untuk mengurangi kepadatan kendaraan yang menuju Bali melalui Ketapang,” terangnya.
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, mengatakan, pemkab siap memperkuat dukungan terutama pada aspek layanan publik dan pengawasan lapangan selama arus mudik dan balik Nataru.
“Kami akan menyiapkan pos pelayanan kesehatan di jalur utama mudik, pusat keramaian, dan kawasan wisata guna menjangkau masyarakat yang membutuhkan pertolongan cepat selama perjalanan,” katanya.
Pemkab juga mengerahkan personel untuk mendukung kelancaran lalu lintas serta memperkuat koordinasi dengan kepolisian dan otoritas pelabuhan.
Di sisi lain, Polresta Banyuwangi juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas dan penempatan personel dalam Operasi Lilin Semeru untuk menangani kemungkinan kemacetan.
GM ASDP Ketapang, Ardi Eka Pati, mengatakan, ASDP Ketapang juga menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Posko Nataru berlangsung dari H-10 hingga H+10 sesuai prediksi puncak arus di masa libur panjang.
Nantinya ada tiga skenario pola operasi kapal yang akan diterapkan, yaitu normal, padat, dan sangat padat. Total 54 kapal disiapkan dengan penyesuaian jumlah perjalanan sesuai tingkat kepadatan penumpang.
Pada pola normal, 28 kapal beroperasi dengan 224 trip per hari. Saat padat, 30 kapal disiapkan dengan 240 trip, dan kondisi sangat padat melibatkan 32 kapal berkapasitas 14.864 kendaraan.
“Adapun kapasitas pelabuhan Ketapang-Gilimanuk selama Nataru mencapai 2.370 kendaraan kecil, didukung delapan dermaga serta dua buffer zone yang akan ditambah sesuai kebutuhan lapangan,” tuturnya.
Advertisement