KBM di Ponpes Al-Khoziny Belum Dimulai, Pihak Pesantren Utamakan Keselamatan Santri
Suasana duka masih menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pasca ambruknya musala tiga lantai yang menelan puluhan korban jiwa. Meski seluruh korban telah berhasil ditemukan, aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di lingkungan pesantren untuk sementara belum kembali digelar.
Ketua Alumni sekaligus Ketua PCNU Sidoarjo, KH Zaenal Abidin, menegaskan, keputusan meliburkan sementara kegiatan belajar bukan tanpa alasan. Menurutnya, keselamatan para santri menjadi prioritas utama sebelum aktivitas pendidikan di ponpes kembali dibuka.
“Sementara masih kita liburkan menunggu situasi dan kondisi yang ada,” ujar KH Zaenal, Rabu 8 Oktober 2025.
Ia menambahkan, pihak pondok tidak ingin tergesa-gesa mengizinkan para santri kembali beraktivitas sebelum hasil evaluasi dan rekomendasi dari tim ahli maupun aparat berwenang benar-benar keluar.
“Nampaknya kami tunggu hasil investigasi dulu. Baru nanti kalau memang sudah ada rekomendasi untuk kami tempati, kami tempati,” tegasnya.
Menurut KH Zaenal, langkah tersebut merupakan bentuk kehati-hatian sekaligus tanggung jawab moral pihak pesantren terhadap para santri dan tenaga pengajar.
“Keselamatan seluruh penghuni pondok adalah hal paling utama. Kami ingin memastikan semuanya benar-benar aman sebelum kegiatan belajar berjalan seperti biasa,” tambahnya.
Tragedi ambruknya musala tiga lantai di Ponpes Al-Khoziny pada Senin, 29 September 2025 lalu meninggalkan duka mendalam. Berdasarkan data resmi Basarnas, sebanyak 171 santri berhasil dievakuasi dari reruntuhan. Dari jumlah itu, 104 orang selamat, 67 meninggal dunia, dan tujuh lainnya ditemukan dalam bentuk bagian tubuh (body part).
Operasi pencarian yang berlangsung selama sembilan hari penuh akhirnya resmi ditutup pada Selasa, 7 Oktober 2025. Penutupan dilakukan setelah dua unit wheel loader terakhir meninggalkan lokasi reruntuhan. Kini, area yang sebelumnya ramai dengan aktivitas penyelamatan tampak lengang, menyisakan kesedihan dan doa bagi para korban.
Hingga saat ini, proses investigasi terhadap struktur bangunan dan kondisi area pondok masih dilakukan oleh tim ahli bersama instansi terkait. Pihak ponpes dan para alumni berharap hasil evaluasi segera rampung, sehingga kegiatan belajar dapat kembali berjalan normal dalam suasana yang aman, kondusif, dan penuh kehati-hatian.
Advertisement