Jumlah PMK Sapi di Lamongan Terus Naik, Kini Mencapai 1.002 Ekor.
Jumlah hewan ternak sapi di Lamongan yang terpapar penyakit mulut dan kaki (PMK) terus meningkat. Kurang setengah bulan naik dari semula 525 ekor menjadi 1.002 ekor.
Tidak heran jika Pemprov Jawa Timur yang mengusulkan PMK status darurat itu menempatkan Lamongan urutan ke tiga se-Jawa Timur setelah Tulungagung dan Ponorogo.
Menurut catatan Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan, 1.002 ekor sapi tersebut, 646 ekor di antaranya mengalami gejala sakit, 54 ekor mati, 39 ekor disembelih bersyarat dan 263 ekor dinyatakan sembuh.
Karena tingkat penularan PMK yang terus naik itu, kini Disnakeswan Lamongan gencar melakukan pencegahan lewat vaksinasi.
Begitu mendapat bantuan dropping 7.050 vaksin PMK dari Kementerian Pertanian, langsung didistribusikan ke seluruh wilayah kecamatan terdampak PMK di Lamongan.
Ribuan dosis vaksin untuk PMK itu diterima Jumat 17 Januari 2025 lalu. Kini mulai didistribusikan ke sembilan kantor keswan yang tersebar seluruh Lamongan.
"Penyaluran vaksin, kita lakukan secara menyeluruh terhadap wilayah rentan PMK. Tentu, kita mendahulukan hewan ternak yang belum terkonfirmasi," kata Kadisnakeswan Lamongan, Shofia Nurhayati, Senin, 20 Januari 2025.
Shofia menjelaskan, distribusi vaksin bertahap dan merata. Adapun untuk sementara ini disnakeswan fokus pada kegiatan vaksinasi. "Agar ternak sapi yang belum teridentifikasi bisa terbentuk kekebalan," terangnya.
Sekedar informasi, untuk mencegah sekaligus memerangi penyebaran PMK Pemkab Lamongan berkolaborasi dengan Polres dsn Kodim 0812 Lamongan. Masing-masing melakukan sosialisasi secara masif dan pengawasan dengan melibatkan jajaran anggota hingga tingkat bawah.
Selain itu, Pemkab Lamongan juga sudah menutup sejumlah pasar hewan ternak yang ada di Lamongan.
Advertisement