Jumlah Murid Semakin Menurun, Sekitar 20 SD di Banyuwangi Di-merger
Selama beberapa tahun terakhir, sekitar 20 SD di Kabupaten Banyuwangi telah di-merger. Penggabungan ini dilakukan karena jumlah murid di sekolah tersebut semakin menurun.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Suratno, mengatakan, selama beberapa tahun ini, sudah ada beberaoa SD yang di-merger. Penggabungan sejumlah sekolah ini dilakukan karena pertimbangan efisiensi dan pemerataan mutu Pendidikan.
“Sudah mendekati 20 SD. Itu total keseluruhan yang telah kita lakukan merger, karena jumlah siswa yang semakin hari semakin menurun,” jelasnya, Kamis, 9 Oktober 2025.
Pada tahun ini, terdapat dua SD yang diusulkan untuk dilakukan merger. Saat ini usulan tersebut sedang dalam proses verifikasi oleh Sekretariat Daerah untuk kemungkinan juga dilakukan penggabungan dengan sekolah terdekatnya.
“Di luar yang 20 itu, ada dua lagi yang sedang diverifikasi. Ini upaya kita agar pelayanan pendidikan makin efektif dan efisien,” tegasnya.
Faktor utama dilakukannya merger sekolah ini adalah penurunan jumlah siswa di sekolah tersebut. Faktor lainnya adalah sulitnya memenuhi kebutuhan guru dan kepala sekolah. Karena saat ini tidak mudah untuk menjadi Kepala Sekolah.
Oleh karena itu, merger menjadi salah satu kebijakan yang diambil untuk menjaga keberlangsungan layanan pendidikan agar tetap berjalan optimal.
“Merger ini satu-satunya langkah yang bisa kita lakukan agar sistem pendidikan tetap berjalan efektif,” jelas dia.
Kebijakan merger tetap mempertimbangkan kondisi geografis sekolah. Sekolah yang berada di wilayah terpencil akan tetap dipertahankan agar anak-anak di daerah tersebut tetap mendapatkan akses pendidikan.
“Kita menyesuaikan kondisi di lapangan. Baik merger maupun mempertahankan sekolah harus berpijak pada prinsip bahwa anak-anak tidak boleh kehilangan haknya untuk belajar,” pungkasnya.