Warga Bondowoso Diminta Waspadai Leptospirosis, Tiga Orang Meninggal Akibat Kencing Tikus Ini
Warga Bondowoso, Jawa Timur perlu mewaspadai penyakit kencing tikus atau leptospirosis. Karena selama kurun Januari hingga Agustus 2025, sebanyak tiga warga Bondowoso meninggal dunia akibat terserang penyakit Leptospirosis
Plt Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (P2P Dinkes) Bondowoso, dr. Titik Erna Erawati, mengatakan, selama kurun waktu Januari hingga Agustus 2025 di Bondowoso tercatat 16 kasus Leptospirosis. Jumlah ini meningkat dibandingkan pada 2024 , sebanyak 11 kasus Leptospirosis.
"Dari 16 kasus Leptospirosis selama kurun waktu Januari hingga Agustus 2025, tercatat tiga warga meninggal dunia. Sedangkan 11 kasus Leptospirosis pada 2024 tidak ada pasien meninggal dunia, “jelasnya. Jumat 29 Agustus 2025.
Tiga warga meninggal itu, imbuh Titik Erna, sebenarnya bisa disembuhkan. Sayangnya terlambat dirawat di fasilitas kesehatan dan kondisinya sudah parah. Sehingga gagal ginjal dan akhirnya meninggal dunia
"Karena itu, bagi warga Bondowoso yang mengalami sakit dengan gejala demam mirip DBD dan nyeri hebat di betis, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat. Ini penting sekali untuk pengobatan lebih dini dari serangan penyakit Leptospirosis, “imbaunya.
Dinkes sendiri, menurut Titik Erna, bersama Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya telah melakukan trapping tikus di sekitar sawah dan rumah pasien terpapar penyakit Leptospirosis untuk diperiksa. Jika hasil pemeriksaan ginjal tikus positif mengandung bakteri Leptospira, kencingnya berpotensi menularkan penyakit Leptospirosis.
"Untuk mencegah penularan bakteri Leptospira itu, kami mengimbau warga menjaga kebersihan lingkungan, menutup luka jika ke sawah, pakai sepatu boot dan merebus air untuk diminum serta selalu pola hidup sehat, “elasnya.
Terpisah, Sekda Bondowoso, Fathur Rozi meminta agar Dinkes berkoordinasi dengan Dinkes Jatim terkait ditemukan 16 kasus Leptospirosis di Bondowoso ini.
"Koordinasi dengan Dinkes Jatim ini salah satunya menanyakan sudah status kejadian luar biasa atau tidak. Karena, penetapan status kejadian luar biasa itu belum bisa diputuskan kabupaten,. Tetapi masih menunggu keputusan provinsi, ‘katanya.
Advertisement