ITS Bentuk Satgas Kemanusiaan Penanganan Dampak Banjir Sumatera
Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) membentuk Satgas Kemanusiaan untuk membantu korban terdampak bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Selain itu, ITS juga melakukan penggalangan donasi, berupa beberapa kebutuhan pokok, pakaian, perlengkapan bayi, termasuk peralatan berupa 5 unit starlink, genset, lampu penerangan.
Rektor ITS, Prof Bambang Pramujati, mengatakan, satgas ini merupakan bentuk kepedulian untuk dapat membantu meringankan beban para korban.
Bahkan, ITS juga secara khusus mendata 139 mahasiswa asal lokasi terdampak. Mereka akan mendapat bantuan berupa keringanan hingga pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang keluarganya terdampak langsung bencana tersebut.
Dari ratusan itu, terdapat lima mahasiswa mengalami dampak berat sehingga membutuhkan pendampingan dan dukungan pembiayaan kuliah.
“Kami ingin memastikan mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani kondisi keluarga yang sedang berduka,” kata Bambang.
Satgas ini, lanjut Bambang, mencakup beberapa tim yang terdiri dari tim medis dan tim teknis yang membawa peralatan instalasi air dan listrik. Bahkan, alumni Arsitektur ITS juga menyiapkan wakaf desain hunian bagi penyintas yang kehilangan tempat tinggal.
"Konsep hunian sementara menuju hunian tetap ini disesuaikan keterbatasan anggaran, sehingga dapat dibangun dengan cepat dan layak. Sebelumnya, karya serupa juga telah direalisasikan pada korban bencana di Lombok dan Semeru," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS Fadlilatul Taufany menyampaikan, penyaluran difokuskan pada daerah Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Pameu di Aceh Tengah yang memiliki akses sulit dan masih minim bantuan.
Advertisement