Indonesia Negara Pertama yang akan Memiliki Perkampungan Haji di Makkah
Keinginan Presiden Prabowo untuk membangun Kampung Haji Indonesia di Makkah akan terwujud. Arab Saudi telah mengubah Undang-undang untuk memberi izin pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekkah.
"Untuk pertama kali dalam sejarah, diubah undang-undangnya khusus untuk kita," kata Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Dahnil Anzar Simanjuntaksaat dikutip Minggu, 26 Oktober 2025.
Kampung Haji Indonesia rencananya berada di kawasan Jabal Hindawiyah, Makkah, sekitar dua kilometer dari Masjidil Haram.
"Insya Allah ini menjadi alternatif utama lokasi Kampung Haji Indonesia. Kami mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia supaya kita menang lelang," ucap dia.
Dahnil menyampaikan, Presiden Prabowo sedang mengusahakan berbicara langsung dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman.
"Proses bidding ini akan selesai pada 30 Oktober, dan saat ini juga dipimpin langsung oleh Kepala Danantara, Bapak Rosan Roeslani," tutur Dahnil.
Dahnil meminta doa seluruh rakyat Indonesia agar proses negosiasi dan lelang untuk lokasi Kampung Haji Indonesia berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik.
Berdiri Di Kawasan Seluas 80 Hektar
Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Pertama menyambut satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran juga menyinggung soal Kampung Haji Indonesia. Kata Prabowo, Indonesia memang dalam proses bidding atau penawaran.
Arab Saudi telah mengizinkan Indonesia membangun kampung haji di Tanah Suci untuk pertama kali dalam sejarah. Untuk memenuhi keinginan Indonesia tersebut Arab Saudi harus mengubah Undang-undang (UU)
"Jadi, pemerintah Arab Saudi akhirnya saya datangi berapa kali, saya lobi terus. Mungkin beliau kasihan sama kita, untuk pertama kali dalam sejarah diizinkan negara asing memiliki lahan, memiliki tanah di Kota Suci. Diubah UU-nya khusus untuk kita," ujar Prabowo.
Dia bersyukur Indonesia menjadi negara pertama yang melobi Arab Saudi untuk pembangunan kampung haji.
Menjadi Kawasan Terpadu
Konsep besar Kampung Haji bukan sekadar kompleks penginapan, melainkan sebuah kawasan terpadu yang menghadirkan layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga fasilitas kesehatan untuk para jemaah.
“Insya Allah ini akan menjadi one stop service bagi jemaah haji Indonesia. Mulai dari tempat tinggal, rumah sakit, transportasi, hingga pusat UMKM akan terintegrasi dalam satu kawasan,” ujar Prabowo.
Pada musim haji 2025, tercatat 447 jemaah Indonesia wafat di Tanah Suci, sebagian besar akibat faktor kesehatan.
“Kesehatan menjadi concern utama. Dengan adanya rumah sakit dan layanan kesehatan yang siap siaga, jemaah bisa ditangani lebih cepat dalam kondisi darurat,” ujarnya.
Kepala Negara meyakini Kampung Haji juga mampu memangkas biaya haji secara signifikan. Selama ini, jemaah Indonesia harus tersebar di berbagai sektor akomodasi yang terpisah, dengan jarak cukup jauh dari Masjidil Haram.
“Kalau nanti semua terkonsolidasi dalam satu kawasan, maka persoalan akomodasi, konsumsi, hingga transportasi bisa direduksi. Efisiensi biaya akan terasa langsung bagi jemaah,” ujar Prabowo.
Advertisement