Indikasi Praperadilan Setya Novanto Hanyalah Drama Belaka
Jakarta: Ada pihak yang mengindikasi pelaksanaan sidang praperadilan kasus Setya Novanto hanya drama yang dibuat-buat agar Ketua Umum Golkar itu dibebaskan dari jeratan hukum dan penetapan tersangka kasus korupsi pengadaan e-KTP
Hal itu dikatakan, Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia, menrutnya ada kesan pihak majelis hakim telah memiliki keputusan praperadilan Ketua DPR Setya Novanto itu, sudah sejak lama.
“Ada kesan keputusannya itu sudah ada sebelum besok disidangkan, sudah disiapkan jauh hari putusan memenangkan Novanto,” kata Doli di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis, 26 September 2017.
Kesan itu muncul setelah dia melihat adanya indikasi pendekatan dan manuver yang dilakukan Novanto untuk mempengaruhi putusan sidang praperadilan itu.
Misalnya kata Doli, dugaan pertemuan antara Novanto dan Ketua Mahkamah agung Hatta Ali di Surabaya beberapa waktu lalu.
“Meskipun terus dibantah, tapi pertemuan ini kan jadi polemik. Kita tidak pernah tahu kan apa yang terjadi sebenarnya,” kata dia.
Bukan hanya itu, Doli juga mencurigai telah adanya putusan untuk memenangkan Setya Novanto dalam sidang itu karena sempat mendengar beberapa petinggi di DPR bahkan berani melakukan taruhan dengan jumlah uang yang tidak sedikit.
“Petinggi di DPR itu mau bertaruh kemenangan Novanto itu sampe puluhan miliar, mereka yakin Novanto menang. Kalau tidak ada api mana mungkin ada asap. Mana mungkin mereka berani taruhan begitu besar kalau tidak ada pegangan,” katanya.
Keyakinan itu juga dipertegas fakta Novanto yang ‘rajin’ meloloskan aturan-aturan demi kepentingan pemerintah. Menurut Doli, negara dalam hal ini pemerintah, telah termakan jasa Novanto baik secara politik maupun ekonomi.
Novanto, kata dia, rajin membebaskan berbagai aturan seperti Pilkada, Undang-undang APBN, Undang-Undang Pemilu dan berbagai aturan lainnya.
“Jadi mau tidak mau, kesannya jadi barter gitu,” kata dia.
Lebih lanjut, Doli pun menceritakan terkait pertemuannya dengan Zulkifli Hasan, Mahfud MD, dan Akbar Tanjung. Dalam pertemuannya itu dibahas juga terkait sidang praperadilan yang dilakukan Setya Novanto melawan KPK.
“Mereka semua bilang, 90 persen Novanto yang menang,” kata Doli. (Kuy)
Advertisement